Sebelumnya
Tiga istilah di atas kerap muncul di berbagai artikel yang mengulas hipnosis atau hipnoterapi. Lalu, apa bedanya? RM.ID mengutip pengertian tiga istilah di atas dari artikel Adi W Gunawan (intelektual, akademisi, doktor pendidikan, doktor kepemimpinan dan inovasi kebijakan, hipnoterapis klinis, peneliti, pengajar, pakar mind technology, penulis 32 buku, dan dikenal sebagai Indonesia's Leading Expert in Mind Technology dengan reputasi internasional).
Untuk mengerti dengan benar istilah di atas, perlu diketahui bahwa ada lima cabang ilmu hipnosis: hipnosis hiburan, hipnoterapi, hipnoanestesi, hipnosis forensik, dan hipnosis eksperimen.
Baca juga : Siapkan Perhelatan G20, KPK Bekali Kompetensi Pegawai
Hipnotis adalah orang yang memelajari dan mempraktikkan hipnosis hiburan. Hipnoterapis adalah mereka yang mempraktikkan hipnoterapi. Pengetahuan dan kecakapan seorang hipnoterapis lebih mumpuni daripada hipnotis.
Hipnoterapis bisa melakukan hipnosis hiburan. Sementara, hipnotis tidak bisa melakukan hipnoterapi karena mereka memang tidak dilatih untuk ini.
Baca juga : Mau Vaksin Booster Sambil Nge-mall? Di Sini Tempatnya...
Dan hipnoterapis klinis adalah hipnoterapis yang telah mengikuti pendidikan tingkat lanjut. Jadi, secara jenjang pendidikan dan tingkat kecakapan, paling awal adalah hipnotis, kemudian hipnoterapis, dan paling tinggi adalah hipnoterapis klinis.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.