Sebelumnya
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menyambut baik hadirnya seri terbaru monolog Di Tepi Sejarah.
Sebab, banyak kisah sejarah inspiratif yang sebelumnya kurang dikenal terutama oleh anak-anak muda, entah karena kurangnya akses ke sumber literasi atau bahkan kurangnya minat untuk mempelajari sejarah tersebut.
Baca juga : Andrey Rublev Tak Berdaya
"Namun dengan adanya monolog Di Tepi Sejarah ini, anak-anak muda dapat kembali mempelajari sejarah yang hampir terlupakan tersebut, dan bahkan dapat menjadi bagian dari edukasi," tuturnya.
Ditemui secara terpisah, Happy Salma selaku Pendiri Titimangsa dan Produser pementasan bahagia melihat antusiasme dari para guru, pelajar serta masyarakat umum yang menonton pertunjukan Di Tepi Sejarah.
Baca juga : Setan Merah Gagal Pertahankan Gelar
"Karya-karya yang dihadirkan tak lepas dari hasil riset, yang mana itu selalu menarik untuk membuka ruang diskusi. Sebab ini merupakan karya intrepetasi, apalagi karya ini nantinya dapat disaksikan oleh khalayak yang lebih luas," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.