BREAKING NEWS
 

Perlu Anda Tahu, Nutrisi Yang Baik Pada Ibu Hamil Bisa Cegah Autisme Dan ADHD

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 29 Oktober 2024 15:06 WIB
Nutrisi yang baik pada ibu hamil dapat mencegah autisme dan ADHD. (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nutrisi yang baik pada saat kehamilan, tak hanya berperan penting untuk kesehatan calon ibu, tetapi juga tumbuh kembang janin. Nutrisi yang baik dapat mencegah anak terlahir autisme dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.

Founder Gizi Nusantara Esti Nurwanti mengungkap, beberapa penelitian menemukan kaitan antara makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dengan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak seperti autisme dan ADHD.

Kekurangan asam folat, misalnya. Ibu hamil yang kekurangan asam folat selama masa kehamilan, berisiko melahirkan anak yang memiliki gangguan spektrum autisme.

"Suplementasi asam folat yang tepat sebelum dan selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko tersebut," kata Esti melalui akun Instagram Gizi Nusantara.

Baca juga : Setelah Nikel, Jokowi Fokus Pada Hilirisasi Emas Dan Tembaga

Nutrisi lain yang juga berpengaruh adalah asam lemak omega-3. Omega-3, terutama yang terkandung dalam ikan berlemak seperti salmon, sangat penting untuk perkembangan otak.

Beberapa penelitian menunjukkan, kekurangan omega-3 dapat berdampak pada perkembangan saraf, serta meningkatkan risiko ADHD dan gangguan kognitif.

Selain itu, kekurangan yodium dan zat besi selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan otak janin, serta meningkatkan risiko gangguan kognitif dan perilaku, termasuk ADHD.

Makanan & Minuman Berbahaya

Adsense

Esti juga mengingatkan ibu hamil agar tidak mengkonsumsi gula berlebihan. Alasannya, diet tinggi gula selama kehamilan dapat mempengaruhi metabolisme ibu dan janin.

"Beberapa studi menunjukkan hubungan antara asupan gula yang tinggi dan peningkatan risiko gangguan kognitif pada anak, termasuk ADHD," terangnya.

Baca juga : Menlu Selandia Baru Senang Pilot Susi Air Sudah Bebas dan Aman

Sedapat mungkin, ibu hamil harus menghindari paparan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Sebab, paparan pestisida dari buah dan sayur yang tidak dicuci bersih dapat meningkatkan risiko autisme dan gangguan perkembangan saraf lainnya.

Beberapa pestisida yang bersifat neurotoksik dapat memengaruhi perkembangan otak janin. 

Selain itu, ibu hamil juga tidak boleh mengkonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan.

Alkohol dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yang berhubungan erat dengan gangguan kognitif, ADHD, dan keterlambatan perkembangan. Kafein yang berlebihan juga dapat mempengaruhi perkembangan saraf.

Polutan seperti merkuri, yang bisa ditemukan dalam ikan yang terkontaminasi, juga memiliki efek neurotoksik pada perkembangan otak janin.

Baca juga : Pemindahan Pelabuhan Impor Bisa Lindungi Industri Dalam Negeri

"Karena itu, ibu hamil dianjurkan menghindari konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi, seperti hiu dan ikan pedang," papar Esti.

Berikut tips mencegah gangguan perkembangan saraf pada janin:

  1. Konsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama awal kehamilan sesuai anjuran.
  2. Perbanyak konsumsi sumber omega-3, seperti ikan rendah merkuri, kacang-kacangan, dan biji- bijian.
  3. Pilih makanan organik untuk mengurangi risiko paparan pestisida.
  4. Batasi konsumsi gula, alkohol, dan kafein selama kehamilan.
  5. Hindari makanan laut dengan kadar merkuri tinggi.
  6. Konsumsi zat besi dan yodium sesuai kebutuhan, terutama dari sumber seperti ikan, daging tanpa lemak, dan produk susu.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense