BREAKING NEWS
 

Studi Ungkap Peran Nikotin dalam Fungsi Memori dan Kognitif

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 3 Juli 2026 16:49 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil penelitian ilmiah berjudul Molecular Insights into the Benefits of Nicotine on Memory and Cognition mengungkapkan bahwa nikotin berpotensi mendukung fungsi kognitif, termasuk kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan memproses informasi melalui mekanisme biologis di otak.

Temuan tersebut membuka ruang diskusi mengenai nikotin dari sudut pandang ilmiah.

Peneliti dari Department of Pharmacology and Toxicology, College of Pharmacy, Qassim University, Arab Saudi, Ahmad Alhowail, menjelaskan nikotin dapat membantu memperbaiki gangguan kognitif pada pasien Alzheimer, serta gangguan memori dan pergerakan pada pasien Parkinson.

Nikotin bekerja dengan memengaruhi berbagai mekanisme di otak yang berperan dalam proses belajar, mengingat informasi, dan menjaga kesehatan sel saraf.

Baca juga : Prabowo Terima Usulan dari Perguruan Tinggi: Saya Janji Baca dan Tindaklanjuti

Selain itu, penelitian juga menunjukkan nikotin berpotensi membantu mengatasi gangguan memori yang berkaitan dengan hipotiroidisme, kurang tidur, dan stres kronis.

Pada individu sehat, nikotin dinilai dapat mendukung pembentukan memori dan meningkatkan kemampuan otak menyimpan informasi melalui mekanisme komunikasi antarsel saraf.

Adsense

"Meskipun nikotin memiliki karakteristik yang berpotensi menyebabkan ketergantungan apabila digunakan dengan cara dan dosis yang tidak tepat, nikotin juga memiliki sejumlah manfaat, termasuk meningkatkan fungsi kognitif pada individu sehat serta membantu memulihkan fungsi memori pada pasien dengan penyakit seperti alzheimer, parkinson, dan hipotiroidisme," ujar Ahmad Alhowail, dikutip Selasa (30/6).

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai temuan tersebut perlu dipahami secara proporsional berdasarkan bukti ilmiah.

Baca juga : Kasus Penyekapan Perempuan, DPR Minta Negara Lindungi Hak Korban

Ia menegaskan nonperokok, remaja, dan kelompok rentan tetap tidak boleh menggunakan produk yang mengandung nikotin.

Menurut Paido, masyarakat berhak memperoleh informasi yang objektif mengenai perkembangan riset tentang nikotin.

Namun, nikotin tetap merupakan zat adiktif sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan hanya diperuntukkan bagi konsumen dewasa, seperti perokok dan pengguna produk tembakau alternatif.

"Kami melihat hasil riset mengenai potensi manfaat nikotin terhadap fungsi kognitif dan memori sebagai bagian dari diskusi ilmiah yang sah, tetapi harus dibaca secara hati-hati dan tidak dilebih-lebihkan," kata Paido.

Baca juga : KAI Perkuat Peran Kereta Api dalam Transformasi Energi Lewat Roadmap Biodiesel

Ia menambahkan, produk nikotin legal, termasuk rokok elektrik, kantong nikotin, dan produk tembakau yang dipanaskan, seharusnya diposisikan sebagai opsi transisi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional, bukan ditujukan bagi nonperokok.

Meski demikian, ia menegaskan berhenti merokok tetap menjadi pilihan terbaik. "Jadi, potensi manfaat nikotin dalam studi ilmiah tidak boleh dijadikan alasan untuk konsumsi sembarangan. Yang kami dorong adalah literasi risiko: nikotin tidak bebas risiko, tetapi risikonya harus dipahami secara proporsional, terutama ketika dibandingkan dengan rokok bakar," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense