BREAKING NEWS
 

Warga Terpaksa Rogoh Kocek Lebih Dalam

Integrasi Tarif Transportasi Di DKI Masih Angan-angan

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Sabtu, 19 Maret 2022 07:30 WIB
Sejumlah penumpang mengantre masuk ke dalam Bus Tranjakarta di Halte Tosari, Jakarta, Senin (14/3/2022).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa).

 Sebelumnya 
“Kesiapan sistem sangat menentukan lancarnya proses ini. Sosialisasinya harus digencarkan sehingga orang-orang tidak kebingungan saat penerapan nanti,” tandasnya.

Anggota Komisi Tarif dan Pembiayaan DTKJ, Abdul Ghofur memaparkan, hasil kajiannya untuk tarif integrasi tiga multi moda. Yakni, boarding charge moda awal sampai 2 kilometer (km) sebesar Rp 2.500, lalu sampai 17 kilometer selanjutnya dikenakan Rp 500 per km, dan plafon maksimalnya Rp 10 ribu.

“Kajian tersebut kami dapatkan dari melakukan survei pada 25 sampai 27 Juli 2021 secara daring dengan mendengar aspirasi masyarakat pengguna transportasi,” ungkapnya.

Baca juga : KPK Duga Hakim Itong Dapat Uang Dari Tiap Perkara Yang Disidangkannya

Selain itu, kajian DTKJ memberikan sejumlah catatan dan saran sebelum Gubernur menetapkan tarif integrasi. Antara lain, melakukan sosialisasi dan kajian khusus mengenai struktur tarif. Terutama, tarif khusus untuk kaum disabilitas, penduduk senior (manula), dan pelajar.

“Penetapan tarif integrasi juga perlu dibarengi dengan meningkatkan mutu layanan angkutan umum. Khususnya terkait indikator On Time Performance (OTP), durasi waktu tunggu, head way semakin pendek, dan total waktu tempuh,” ucap Abdul Ghofur.

Penetapan tarif integrasi ini juga harus diikuti dengan integrasi operasional yang terpadu antar moda dan antar operator penyelenggara. Terutama, menyangkut kesesuaian jadwal, jumlah armada dan kapasitas antar moda berbasis rel yang memiliki kapasitas tinggi dengan moda berbasis jalan di titik perpindahan.

Baca juga : IKN Nusantara Lokomotif Baru Transformasi Indonesia

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengusulkan, tarif integrasi tiga moda transportasi maksimal Rp 10 ribu.

“Penumpang yang menggunakan lebih dari satu moda, apakah dia hanya MRT dan TransJakarta, kombinasi TransJakarta, LRT atau ketiga-tiganya, maka maksimum dia bayar hanya Rp 10 ribu,” katanya, kemarin.

Syafrin menjelaskan, ketika penumpang melakukan tap in pertama di moda awal atau boarding charge, dikenai tarif Rp 2.500. Setelah itu, tarif disesuaikan dengan jarak yang ditempuh. Tarif yang diusulkan sebesar Rp 250 per kilometer dengan batas maksimum Rp 10 ribu, maksimum penggunaan selama 3 jam.

Baca juga : TPA Dorong Transformasi Di Industri Kelapa Sawit

Dengan penerapan sistem ini, Syafrin yakin, dapat menghemat biaya transportasi. Dia mencontohkan, saat ini penumpang mesti membayar Rp 3.500 saat naik TransJakarta. Begitu berganti ke MRT harus kembali merogoh kocek sebesar Rp 14 ribu.

“Yang tadinya Rp 17.500 turun menjadi Rp 10 ribu dengan kenyamanan yang lebih,” ujarnya.  [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense