Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Ditegaskan Kepala BIN

IKN Nusantara Lokomotif Baru Transformasi Indonesia

Senin, 7 Februari 2022 07:45 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa)
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, yang diberi nama Nusantara, akan menjadi lokomotif baru transformasi Indonesia.

Pembangunan IKN Nusantara juga akan membuat program pembangunan menjadi Indonesia sentris, yang akan merata di setiap pelosok Tanah Air.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan di Jakarta, kemarin. “IKN Nusantara merupakan ide gemilang dan visioner dari Presiden Joko Widodo yang akan menjadi lokomotif transformasi Indonesia di masa mendatang,” ujar mantan Wakapolri yang akrab disapa BG ini.

Baca juga : Kepala BIN: IKN Nusantara Lokomotif Baru Transformasi Indonesia

Dikatakan BG, IKN Nusantara akan menjadi magnet baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Pembangunan ekonomi akan tersebar merata di pelosok-pelosok Tanah Air yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

IKN Nusantara, lanjut BG, juga akan menjadi katalisator bagi model pembangunan berwawasan Nusantara yang lebih modern dan mengglobal. Hal itu terlihat dari konsep IKN Nusantara yang mengusung tema green economy, green energy, smart city, dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

BGjuga menyebutkan ada sejumlah alasan mengapa IKN harus segera dipindahkan dari Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Dari sisi jumlah penduduk, Pulau Jawa, khususnya Jakarta, sudah sangat padat. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, hingga Desember 2020, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 271,35 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 55,94% atau 131,79 juta jiwa berada di Pulau Jawa.

Baca juga : Peneliti : Kedaulatan Data Ancam Peluang Ekonomi Indonesia

“Ini tentu membuat beban bagi Jawa, terutama Jakarta, semakin berat. Kepadatan jumlah penduduk yang tinggi itu akan menimbulkan beragam masalah sosial, ekonomi, dan keamanan,” ujar BG.

Dia mencontohkan, berdasarkan riset Bank Dunia (World Bank) pada 2019, kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta telah menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 65 triliun per hari. Kepadatan penduduk di Jakarta juga memunculkan krisis air bersih yang cukup parah. Warga akhirnya menyedot air tanah yang dalam jangka panjang akan membuat Kota Jakarta tenggelam. Para ahli memprediksi, Jakarta akan tenggelam dalam jangka waktu 10-15 tahun lagi karena penurunan permukaan air tanah Jakarta yang mencapai 12 cm per tahun.

Selain itu, Jakarta juga berada di daerah gempa. BG mencontohkan, gempa yang beberapa kali terjadi di Lebak, Banten, terasa hingga ke Jakarta dan membuat panik warga, terutama yang sedang berada di gedung-gedung tinggi.

Baca juga : Zipmex Hadirkan Crypto Bar Pertama di Indonesia

Dari sisi keamanan, BG menilai lokasi IKN yang baru di Kalimantan Timur lebih aman. Sebagai sebuah kota baru, pemerintah tentu lebih mudah merancang sistem keamanan yang mumpuni, terutama bagi Presiden dan pejabat negara lainnya.

Untuk itu, BG meminta semua elemen bangsa mendukung perpindahan IKN yang baru ke Kalimantan Timur. “Mari kita semua mendukung pembangunan IKN yang baru. Jangan ada narasi-narasi tidak benar yang dimunculkan untuk menolak pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujar BG. [RCH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.