Dewan Pers

Dark/Light Mode

Korban Kecelakaan Terbanyak Tahun Ini Dari Moda Transportasi Laut

Senin, 20 Desember 2021 16:47 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers Capaian Kinerja KNKT 2021 di Jakarta, Senin (20/12). (Foto: Ist)
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers Capaian Kinerja KNKT 2021 di Jakarta, Senin (20/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat moda laut atau pelayaran menjadi penyumbang angka terbesar dengan korban jiwa terbanyak pada kasus kecelakaan di tahun 2021.

KNKT menginvestigasi sebanyak 19 kasus. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 12 kasus. Dari 19 kasus tersebut, total yang meninggal dunia dan hilang mencapai 342 jiwa.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, KNKT terus melakukan proses investigasi terhadap kecelakaan sekaligus memberikan rekomendasi dari permasalahan yang ada.

Berita Terkait : Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu: NIK Bermanfaat Untuk Keamanan Transaksi Lelang

"Ini dilakukan agar mencari solusi terbaik menekan angka kecelakaan dan meningkatkan faktor keamanan," ujar Soerjanto, dalam konferensi pers Capaian Kinerja KNKT 2021 di Jakarta, Senin (20/12).

Soerjanto menuturkan, kecelakaan di moda pelayaran banyak melibatkan kapal ikan. Menurutnya, kasus kecelakaan untuk moda pelayaran lebih banyak disebabkan kurang disiplinnya dalam mematuhi ketentuan keamanan dan keselamatan.

"Dalam setiap investigasi kecelakaan transportasi, kami tidak berada pada posisi untuk menyalahkan siapapun apakah pihak regulator atau pun operator, karena kami mencari penyebab kecelakaan, kemudian memberikan rekomendasi kepada regulator dan operator," tuturnya.

Berita Terkait : Omicron Terdeteksi, Kemenhub Perketat Pengawasan Prokes Di Semua Moda Transportasi

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT Renan Hafsar mengungkapkan, ada sekitar 100 orang per tahun yang meninggal dalam kecelakaan kapal ikan. "Tentunya ini data yang cukup menyedihkan sebenarnya, sudah darurat kapal ikan kalau boleh dibilang," katanya.

Renan mengatakan, 79 persen kecelakaan yang melibatkan kapal penangkap ikan adalah orang yang jatuh ke laut. KNKT juga mencatat jumlah kapal ikan mengalami kecelakaan lebih tinggi daripada kapal muatan umum maupun kapal penumpang.

Renan menuturkan, 8 temuan KNKT terkait kecelakaan kapal penangkap ikan ini. Dari aspek konstruksi, alat keselamatan, alat navigasi, alat komunikasi, pengawakan, manajemen, pengawasan, peraturan.

Berita Terkait : Ini Upaya Menarik Kaum Muda Ke Sektor Pertanian

"Jadi memang kapal penangkap ikan ini masalahnya cukup kompleks. Misalnya, dari sisi peraturan, di mana saat ini belum tersedia aturan keselamatan khusus kapal ikan," jelas Renan. 
 Selanjutnya