Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Tak Tepat Kerek Tarif Cukai Di Masa Pandemi

Jumat, 1 Oktober 2021 12:24 WIB
Buruh di Industri Hasil Tembakau. (Foto: Ist)
Buruh di Industri Hasil Tembakau. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Heri Susianto mengatakan, kenaikan target penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2022 akan berdampak buruk bagi industri.

"Kalau dinaikkan, dampaknya jelek. Terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang ada banyak tenaga kerjanya," katanya dalam keterangannya, Jumat (1/10). 

Heri menilai, jika kondisi ini tidak terbendung, justru akan berbahaya karena Industri Hasil Tembakau (IHT) melibatkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari buruh hingga petani tembakau dan cengkih. 

Baca juga : Maybank Indonesia Sabet Predikat Tempat Kerja Terbaik Di Asia

Menurutnya, pemerintah seolah-olah hanya menargetkan penerimaan negara dari rokok tetapi tidak mau mendengarkan aspirasi para pelaku usahanya.

"Pabrik rokok itu 67 persen pendapatannya diambil negara, sisanya harus menanggung bahan baku, karyawan, dan lain-lain," ungkapnya.

Heri berharap rencana kenaikan tarif CHT harus memperhatikan aspirasi pelaku usaha dan industri. Seharusnya pemerintah mencari terobosan dengan mencari sumber penerimaan baru. Heri melihat kenaikan CHT 2022 belum tepat dilakukan di masa pandemi.

Baca juga : Olahraga Dan Asupan Gizi Seimbang, Cara Hidup Sehat Di Masa Pandemi

"Jangan karena ingin penerimaan negara naik, industri dikorbankan. Multiplier effect-nya yang kami khawatirkan," ucapnya. 

Sebelumnya, seluruh elemen mata rantai IHT juga secara tegas menyampaikan pernyataan sikap bersama kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara belum lama ini terkait rencana kenaikan CHT pada 2022. 

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI Sudarto mengatakan, telah terjadi penurunan pada IHT dalam 10 tahun terakhir. 

Baca juga : Dharma Wanita Kemenkop Gelar Baksos di Masa Pandemi

"Pemerintah perlu memberi perhatian serius untuk menyelamatkan industri padat karya ini, bukannya hanya fokus pada kepentingan pendapatan negara lewat kenaikan cukai," katanya.

Ia berharap pemerintah peduli kepada korban yang termarjinalkan akibat kenaikan cukai yakni pekerja rokok yang didominasi oleh pekerja sektor SKT. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.