Sebelumnya
Minim Lahan Parkir
Warga sekitar khawatir Taman Eco Park memicu kemacetan. Andi, warga sekitar taman, mengungkapkan sebelum direvitalisasi, jalan di sekitar taman sudah macet. Itu lantaran banyak pengunjung taman yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
“Apalagi nanti kalau ini sudah dibuka, pasti semakin banyak warga luar Tebet yang datang ke sini. Jadi, mohon dipikirkan untuk masalah parkir kendaraan pengunjung. Jangan sampai kami warga sini kena getahnya, jalanan makin macet,” harapnya.
Disediakannya lahan parkir itu, kata Andi, juga untuk meredam terjadinya gesekan antar ormas.
Baca juga : DPRD Khawatir Tebet Eco Park Jadi Tempat Ehem-ehem…
“Nanti mereka (ormas) rebutan lahan parkir, tawuran deh. Dan akhirnya warga lagi yang kena imbasnya,” ingatnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengakui, terdapat bau busuk di Tebet Eco Park.
“Memang kami sedang melakukan penataan perbaikan agar taman Tebet bisa lebih baik lagi,” kata Riza, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/4).
Untuk mengatasi hal ini, kata Riza, saat ini Pemprov bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dinas terkait dan pihak swasta.
Baca juga : DPRD Cium Bau Busuk Di Tebet Eco Park
“Insya Allah dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa segera kami resmikan,” tandasnya.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzy Marsitawati mengaku, akan segera melakukan kajian untuk menentukan seberapa banyak pengaman yang ideal untuk Tebet Eco Park ini.
“Pasti kami akan perbanyak, sekarang masih ada 10 orang. Tapi karena tidak ada perekrutan pekerja kontrak tahun ini, kami ambil dari beberapa lokasi yang tidak perlu banyak personil,” tuturnya.
Suzy menjelaskan, Tebet Eco Park memang sengaja tidak diberikan pagar dengan harapan warga Jakarta bisa mengawasi taman selama 24 jam dan merasakan memilikinya.
Baca juga : Darmadi Sinyalir Ada Yang Gerilya Minta HET Gula Naik
“Memang sengaja kami buka supaya masyarakat bisa mengawasi. Agar masyarakat tahu apa saja yang terjadi di dalam taman. Tidak ada jam operasional karena konsepnya dibuka 24 jam,” tandasnya.
Soal masalah bau, Suzy mengatakan, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi bau tersebut, di antaranya melakukan pembersihan sungai.
“Untuk mengantisipasi bau, kami juga sudah menanam tanaman alamiah seperti akar wangi dan pandan di sekitar sungai,” kata Suzy. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.