Sebelumnya
Menurut Rio, lambannya penanganan laporan warga menunjukkan manajemen respons Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sangat buruk.
“Sistem pelaporan online kurang responsif. Saya juga punya pengalaman sama saat melayangkan surat ke Dinas terkait tentang kerusakan JPO di wilayah Kecamatan Pulogadung,” ucapnya.
Menurut Rio, kondisi JPO yang rusak dan tidak terawat membuat warga malas menyeberang di tempat yang semestinya.
Baca juga : Rapat Dengan IDI Sore Ini, DPR Mau Tanya Soal Pemecatan Terawan
“Padahal sudah banyak energi dikeluarkan untuk membangun kesadaran masyarakat menggunakan JPO. Jangan sampai menciptakan resistensi terhadap kesadaran itu sendiri,” ujarnya.
Rio menyebut JPO di Cipinang, Pisangan Timur, Jakarta Timur, sebagai salah satu JPO yang rusak parah dan harus segera diperbaiki. Gubernur Anies harus rajin turun ke lapangan agar bisa melihat kondisi sebenarnya.
“Daripada selalu berwacana dan berkata-kata dalam banyak hal tentang pengelolaan pembangunan fasilitas publik di Jakarta, lebih baik turun ke lapangan,” tandasnya.
Baca juga : Dewan Minta Anies Segera Sahkan Rapergub RDTR
Pilih Pelican Cross
Ketua Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) Alfred Sitorus mengaku, lebih memilih menyeberang di pelican cross di banding JPO. Menurutnya, JPO adalah bentuk keegoisan para pengendara.
“JPO di kita itu kan membuat nyaman para pengendara, tapi membuat sulit pejalan kaki. Di otaknya para pengendara penyeberangan itu hanya lewat JPO,” kata dia saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.
Baca juga : Asabri Perluas Jaringan RS Untuk Layanan Pengobatan Dan Perawatan
Alfred mengungkapkan, biaya pembangunan dan perawatan JPO mahal. Sedangkan pelican cross lebih murah dan ramah pejalan kaki.
Dalam hitung-hitungan Alfred, biaya pembangunan satu JPO bisa untuk membangun 100-150 pelican cross. Selain lebih aman, pelican cross mengurangi waktu tempuh.
“Nggak perlu harus naik-turun dan memutar cukup jauh. Berjalan di pelican cross bisa terhindari dari pelecehan seksual dan kejahatan lain. Karena, selama ini JPO ditutupi iklan dan lain-lain,” ujarnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.