Sebelumnya
Yayat mengkritik pembangunan sumur resapan. Banyak lokasi sumur resapan dibangun tidak tepat lokasinya.
“Pendekatan sumur resapan itu harus berbasis data tentang kondisi tanah. Apakah tanah itu bisa menyerap. Kan sayang sudah ngeluarin anggaran, tetapi hasil nggak optimal,” kata Yayat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kapasitas drainase di Ibu Kota masih minim. Sehingga jika volume air hujan melampaui kapasitas sungai dan drainase akan terjadi genangan. Dia mencontohkan, kapasitas drainase di jalan protokol yang hanya mampu menampung 150 mm per hari.
Baca juga : Tanah Longsor Di Ciamis, 2 Warga Meninggal
“Hujan yang terjadi belakangan ada yang 140 mm dan ada 180 mm. Kalau hujan turun hanya dalam 2-3 jam saja, maka otomatis akan terjadi genangan karena di luar batas kapasitas,” katanya.
Anies meminta semua pihak tidak hanya fokus pada genangan. Tapi harus melihat juga seberapa cepat genangan tersebut bisa surut.
“Kalau jumlah hujan itu di luar kuasa manusia, tapi kalau manajemen itu tanggung jawab kita. Di Jakarta pakai KPI (Key Performance Indicator) penanganannya. Bila hujan di bawah 100 mm dan terjadi banjir berarti ada yang salah. Tapi bila di atas 100 mm dan ada genangan, itu wajar. KPI-nya 6 jam, harus surut,” tandasnya.
Baca juga : Pemkot Jakpus Patok Banjir Surut Enam Jam
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, Pemprov DKI sudah mengupayakan beberapa program pengendalian pencegahan banjir. Namun diakuinya, masih terjadi genangan di sana-sini. Kata Riza, banjir yang terjadi dalam beberapa hari ini sudah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Memang beberapa minggu terakhir ini terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi ya. Jakarta seperti kita ketahui termasuk daerah dengan dataran rendah,” kata Riza.
Riza memastikan Pemprov DKI tidak lepas tangan atasi masalah banjir. Pihaknya berkomitmen dan konsisten untuk mengatasinya.
Baca juga : Mayoritas Warga Ibu Kota Masih Mengandalkan Air Tanah
“Komitmen itu bisa dilihat dari pembangunan yang kita buat. Kami sudah membuat banyak waduk, sumur resapan, dan program gerebek lumpur,” bebernya.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan daya tampung drainase, Pemprov DKI mengerahkan ratusan ekskavator dan dump truck.
“Bayangkan, ada nggak daerah lain yang punya sampai 257 ekskavator dan 400 dump truck,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.