Sebelumnya
Nadia mengatakan, Pemerintah bersama stakeholder hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap kemunculan kasus tersebut. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan telah menerbitkan surat edaran Nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.
Selain itu, Kemenkes tengah koordinasi dengan para ahli kesehatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengadakan investigasi terkait kasus mirip di Gambia, Afrika Barat, untuk mengetahui penyebabnya.
Berdasarkan hasil diskusi dengan tim kesehatan dari Gambia, Afrika Barat yang telah menemukan kasus serupa, ada dugaan ke arah konsumsi obat anak yang mengandung etilen glikol.
Baca juga : Atasi, Cari Tahu Penyebabnya
Namun, di Indonesia, pihaknya belum menemukan cukup bukti adanya keterkaitan dengan kandungan obat yang dikonsumsi para pasien. “Tapi belum bisa jadi kesimpulan ya. Oleh karena itu masih dikaji terus,” ingatnya.
Kemenkes meminta orangtua segera membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan ginjal akut misterius. Salah satu gejala yang paling terlihat adalah penurunan volume buang air kecil.
Pelaksana tugas Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yanti Herman menambahkan, kewaspadaan juga dilakukan dengan cara terus memantau jumlah dan warna urin yang pekat atau kecoklatan pada anak.
Baca juga : Karakter Komik Lokal Tahilalats Kolaborasi Dengan Crayon Shinchan
“Apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5ml/ kgBB/jam dalam 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 jam, maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit,” kata Yanti saat konferensi pers secara daring, Jumat (14/10).
Epidemiologi dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, meminta Pemerintah serius menyikapi lonjakan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak.
Baca juga : Dubes RI Untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, Jajaki Kerja Sama Kelautan Dan Perikanan
“Kasus pada anak ini adalah cerminan dari situasi kesehatan secara keseluruhan di satu wilayah yang buruk. Jadi kalau kesehatan anak itu buruk, kesehatan ibu buruk, menandakan kesehatan di wilayah itu buruk secara umum,” kata Dicky kepada Rakyat Merdeka, Minggu (16/10).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.