RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Lektol Cpl Eko Daryanto menyebut, sekitar 300 orang dari wilayah pegunungan Papua telah bertobat dan kapok untuk berpartisipasi dalam kegiatan aksi demo dalam bentuk apapun. Mereka merasa telah ditipu koordinator aksi masa yang berujung ricuh dan anarkis Kamis (29/0) lalu.
"Mereka menyampaikan penyesalan dan bertobat nggak mau ikut demo lagi, tadi (Red-kemarin) sore (14.30 WIT). Sebelumnya mereka bersembunyi selama tiga hari di wilayah sekitar Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Lektol Cpl Eko Daryanto dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, Senin (2/9).
Baca juga : AP II Sterilkan Kargo Pesawat Dari Macbook Pro Keluaran 2015
Mereka bersembunyi karena takut untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing di wilayah Abepura dan Waena,setelah merasa sadar ditipu oknum koordinator tak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme. Alasannya, mereka takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang jadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun pengrusakan, saat berlangsungnya demo di sepanjang jalan Waena - Jayapura.
"Karena takut akan hal itu, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena itu lalu menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Bapak Desman Kogaya hari Minggu (Red-kemarin) siang. Mereka bermaksud meminta bantuan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena. Setelah Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII/Cenderawasih dan perwakilan Komnas HAM wilayah Papua untuk dilakukannya pembahasan dan medasi pemulangan," ujarnya.
Baca juga : Jasa Raharja Beri Santunan Pada Korban KM Santika Nusantara
Dalam mediasi tersebut, Eko mengatakan, Kodam XVII/Cenderawasih diwakili Asintel Kasdam Kolonel Inf JO. Sembiring. Sementara Komnas HAM Perwakilan Papua diwakili Frits Ramanday. Pendeta, Wakil Bupati Lanny Jaya, dan anggota MRP juga turut hadir untuk memberikan solusi terbaik dalam proses evakuasi pemulangan 300-an orang, dan pengamanan untuk menghindari terjadinya bentrok susulan antar kelompok massa khususnya di wilayah Jayapura.
"Kodam XVII/Cenderawasih menyiapkan kurang lebih 15 truck TNI/Polri. Evakuasi dimulai pukul 17.00 WIT dengan gelombang pertama sebanyak 116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172 orang," ujarnya.
Baca juga : Dirjen Tanaman Pangan Beri Jurus Tingkatkan Kapasitas Produksi ke Petani Garut
Saat proses pemulangan, pihak aparat sempat menahan seorang yang diduga pelalu penjarahan setelah kedapatan mengantongi kunci SPM, saat dilakukannya pemeriksaan. Orang tersebut sudah diserahkan ke Polres Jayapura untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Tapi secara keseluruhan, proses evakuasi pemulangan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Kodam XVII/Cen dan Polda Papua," tutupnya. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.