BREAKING NEWS
 

Prinsip Peningkatan Kualitas Hidup

Pengembangan TOD MRT Bisa Jadi Pelepas Beban Stress Hidup Di Perkotaan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 17 Juli 2023 15:39 WIB
Direktur Utama Dirut ITJ Yulham Ferdiansyah Roestam saat memberikan materi paparan dalam sesi ke-3 MFP MRT Fellowship Program Jurnalis Class 2023 di Gedung Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (12/7). (Foto: Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
ITJ dalam hal ini, memiliki tugas mewujudkan fungsi poros bisnis MRT Jakarta sebagai city regenerator dengan pendekatan Kawasan Berorientasi Transit (TOD), bertanggung jawab bagaimana menghadirkan infrastruktur TOD melalui strategi pengembangan kota yang menitikberatkan pada kegiatan/aktivitas di sekitar stasiun transportasi berbasis rel.

“Kami mencoba menata kembali kawasan di dalam TOD, sehingga bisa melakukan berbagai kegiatan bisa memiliki kantor, hangout, dan kegiatan lainnya. Ini konsep baru yang dilakukan di Indonesia dan baru Jakarta yang menerapkan hal ini,” kata Ferdiansyah.

 

Beberapa prinsip pengembangan kawasan TOD yang terus dikembangkan. (Foto: Sumber MRT Jakarta)
Adsense

Baca juga : TWC Dorong TMII Jadi Public Space Di Timur Jakarta

 

Ia pun membeberkan beberapa prinsip pengembangan kawasan TOD. Yaitu, pertama, fungsi campuran, di mana di dalamnya terdapat radius tempuh jalan kaki dari stasiun hingga terdapat hunian. Kedua, kepadatan tinggi, memaksimalkan kepadatan bangunan di sekitar stasiun transit.

Ketiga, adanya peningkatan konektivitas. Koneksi transit dibuat secara sederhana, langsung dan intuitif. Keempat, peningkatan kualitas hidup, merangsang kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan sistem perkotaan yang baik.

Baca juga : Atase Pendidikan dan Kebudayaan Miliki Peran Strategis dalam Diplomasi Publik

“Salah satu case public transport yang akhir membuat orang tak menggunakan public transport, ya karena tidak mudah dijangkau atau mengakses transportasi massal tersebut. Akhirnya bikin orang males ke stasiun dan lainnya. Hal itu yang menjadi konsentrasi kami,” jelas Ferdiansyah.

Kelima, adanya keadilan sosial, dengan mendorong komunitas yang tangguh dan berketahanan dalam kawasan transit. Di dalam penataan kawasan memungkinkan yang bisa ditinggali, bukan hanya orang kaya, tetapi juga menengah, dan kecil yang juga berkontribusi terhadap ekonomi,” tuturnya.

Selanjutnya prinsip keenam, keberlanjutan lingkungan. Yakni, dengan mengurangi dampak pembangunan terhadap lingkungan. Ketujuh, prinsip ketahanan infrastruktur membangun kawasan yang tangguh, tanggap bencanan dan dapat menyesuaikan terhadap perubahan.

Baca juga : Srikandi Ganjar Tingkatkan Kreativitas Milenial Lewat Pelatihan Makrame

“Terakhir, kedelapan, adanya prinsip regenerasi ekonomi, mengembangkan perekonomian lokal yang menarik investasi dan kesempatan kerja baru,” ujar Ferdiansyah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense