Sebelumnya
Heru juga meminta, bantuan makanan yang diberikan Pemprov DKI harus benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak. Untuk itu, pihaknya akan membentuk relawan yang akan memantau perkembangan gizi dan mengawasi pola makanan anak.
“Saran dari pak Menteri Kesehatan, kita akan buka relawan walau di DKI sudah punya Dasawisma sebanyak 75.000 orang,” terang dia.
Baca juga : Sah, Koulibaly Merumput Di Arab Saudi
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Kementerian Kesehatan akan meluncurkan Gerakan Anak Sehat pada Juli 2023. Gerakan ini akan dilaksanakan di 50 kabupaten kota seluruh Indonesia yang kasus stunting-nya masih perlu perhatian khusus. “Jakarta dipilih menjadi kota awal gerakan ini karena dinilai sangat terbuka, progresif dan berkomitmen bebas stunting,” kata Menkes.
Budi menyebut, banyak daerah yang belum menimbang semua balita. Padahal, dari hasil penimbangan bisa ditemukan data balita rawan stunting. Dari data itu, bisa dilakukan implementasi pencegahan stunting dengan memberikan intervensi melalui pemberian makanan protein hewani.
Baca juga : Sah, Kepala BPK Bali Jadi Sekda DKI Jakarta
“Untuk pendanaan, kita nanti akan buka Gerakan Anak Sehat, nanti orangtua asuh atau perusahaan asuh bisa ikut bantu. Pendanaannya tidak masalah, kita akan berintegrasi dengan Pak Pj Gubernur untuk bantu 36.000 itu,” kata Budi.
Budi mengungkapkan, tantangan pengentasan stunting adalah memastikan makanan protein hewani itu bisa dikonsumsi oleh balita secara konsisten. Untuk itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya.
Baca juga : Jelang Piala Dunia, Racikan STY Bakal Diuji Di Turnamen Mini
“Kalau gerakan ini sukses, ini akan jadi model replikasi di seluruh kabupaten/kota,” tandasnya.
Fraksi NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyebut, Pemprov DKI berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 2 persen. Dari 16,8 persen pada 2021 menjadi 14,8 persen di 2022.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.