BREAKING NEWS
 

Atasi Penurunan Kualitas Udara Di Ibu Kota

Aparatur Pemprov Jakarta Terapkan Hybrid Working

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 16 Agustus 2023 07:30 WIB
Kendaraan bermotor terjebak macet di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (15/08). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai kendaraan bermotor sebagai sumber utama penurunan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya. (Foto: Patrarizki Syahputra)

 Sebelumnya 
Dorong Swasta

Anggota Dewan Perwaki­lan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian me­nyambut baik penerapan sistem hybrid working. Menurut ang­gota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, WFH ini memiliki double impact. Selain bisa mengatasi pencemaran udara, dapat meminimalisir kemacetan.

“Kami, PSIberterima kasih. Karena ini (penerapan WFH) usulan kami. Ini artinya, usulan kami didengar,” kata Justin ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Atasi Polusi Udara, Wapres Minta Masyarakat Naik Kendaraan Umum

Namun, Justin meminta penerapan sistem hybrid working ini tidak setengah-setengah. Dia meminta Pemprov DKI Jakarta menerapkannya untuk semua kalangan, baik Pemerintah mau­pun swasta.

“Harus berani, karena pence­maran udara di Jakarta ini sudah kronis. Tidak lagi sekadar diobati, tapi harus dioperasi,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Pem­prov DKI Jakarta harus tegas agar kebijakan ini bisa dijalankan pihak swasta. Sebab mereka juga menjadi kontributor polusi udara.

Baca juga : Jokowi Gercep Atasi Polusi Udara, Minta Rekayasa Cuaca Hingga Terapkan WFH

“Buat saja regulasi, yang mengatur kebijakan pemberlakukan WFH untuk semua instansi maupun perusahaan di Jakarta,” tegasnya.

Selain WFH, Justin juga me­minta Pemprov DKI Jakarta melakukan upaya lain untuk perbaikan kualitas udara. Seperti, uji emisi kendaraan, tarif parkir progresif, pembatasan kepemilikan kendaraan dan menambah RTH.

“Lahan tidur milik Pemprov DKI Jakarta itu sangat banyak, bahkan nilainya mencapai ra­tusan triliun rupiah tapi sangat disayangkan kurang dimaksi­malkan,” saran Justin.

Baca juga : Pagi Ini, Kualitas Udara Di Jakarta Terburuk Nomor 3 Di Dunia

Justin juga meminta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang memiliki anggaran Rp 3 triliun per tahun bisa menjadi garda terdepan dalam upaya menga­tasi polusi udara. DLH mesti membuat program konkret untuk mengatasinya.

“Masa dari ratusan pegawai DLH tidak bisa menghasilkan program yang bagus,” tandas­nya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 16/8/2023 dengan judul Atasi Penurunan Kualitas Udara Di Ibu Kota, Aparatur Pemprov Jakarta Terapkan Hybrid Working

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense