Sebelumnya
Anggota Komisi B DPRD Ismail mengungkapkan, penyerapan Penyertaan Modal Daerah (PMD) Perumda PAM Jaya masih memble alias minim. Per 12 September, dari yang telah disediakan Rp 1,4 triliun, baru Rp 522,9 miliar yang terpakai atau baru terserap 36,65 persen. Komisi B DPRD DKI Jakarta pun meminta PAM Jaya mengoptimalkan PMD untuk merealisasikan menyediakan air siap minum bagi warga Jakarta.
Apalagi, PAM Jaya memiliki target 100 persen layanan air perpipaan pada 2023. Dan PMD itu diproyeksikan untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan dan SPAM Ciliwung. Namun hingga kini, pembangunan dua SPAM tersebut belum juga ada titik terang, masih dalam tahap rencana.
“Kalau memang pihak PAM Jaya tidak punya kemampuan untuk melakukan lelang dengan SDM internal, harus bekerja sama dengan pihak lain seperti BPPBJ (Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa) yang memang ahli di bidangnya,” kata Ismail.
Baca juga : Cepat Operasi Pasar Beras
Ismail mengimbau, Perumda PAM Jaya membuktikan komitmennya untuk menyediakan air siap minum kepada masyarakat di seluruh wilayah Ibu Kota setelah memutuskan kerjasama dengan dua mitranya, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan PT Aetra Air Jakarta.
“Maka harus menjadi spirit mereka dalam mengeksekusi beberapa PR yang sudah ditetapkan timeline-nya. Mulai dari lelang, kajiannya, termasuk usulan pendanaannya. Kalau di tahap awal mereka menangani ini tidak baik, terseret-seret, kita khawatir ini menjadi preseden buruk ke depan,” terangnya.
Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengakui rendahnya penyerapan PMD dikarenakan beberapa kendala, di antaranya terkait perizinan untuk membangun SPAM Pesanggrahan, serta terjadinya gagal lelang pada SPAM Ciliwung.
Baca juga : Banteng Cairkan Suasana
“Kendalanya waktu itu masih di teritorial Aetra dan PALYJA, jadi mereka tidak memberikan izin. Sehingga kalau kita membangun SPAM Pesanggrahan, akan melanggar PKS (Perjanjian Kerja Sama),” ungkapnya.
Sementara untuk gagal lelang pada pembangunan SPAM Ciliwung, Arief berjanji akan segera menggelar lelang ulang dalam waktu dekat, sehingga dapat mengoptimalkan penyerapan PMD di akhir tahun.
“Ciliwung kita gagal lelang, jadi akan lelang ulang tanggal 15 September ini, kita akan announced kembali ke publik,” tandasnya.
Baca juga : Kualitas Udara Dan Harga Beras
Namun Arief menjamin pihaknya akan mengatasi permasalahan krisis air seperti di Pegangsaan dan Tanah Abang.
“Insyaallah ini segera kita bikin rekayasa airnya lagi nanti kemudian pipanisasi kan ada satuan yang kita jadi pipanisasi kita percepat,” ucapnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 17/9/2023 dengan judul Hadapi Kemarau Panjang, PAM Jaya Kurang Berjaya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.