Sebelumnya
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth sepakat dengan apa yang disampaikan Heru.
Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth menyebut, banyak faktor yang menyebabkan kemacetan di Jakarta. Salah satunya, akibat pelayanan transportasi umum kurang maksimal. Sehingga animo masyarakat untuk naik angkutan umum masih rendah.
“Banyak masyarakatnya yang masih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum,” kata Kent.
Baca juga : Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Besar Untuk Transportasi Publik
Karena itu, Kent meminta Pemprov DKI Jakarta untuk segera mengintegrasikan dan memperluas rute sarana transportasi publik.
Untuk itu, lanjut dia, diperlukan kerja sama antar-daerah di kawasan penyangga Ibu Kota. Kent mendesak, Pemprov DKI Jakarta harus bekerja sama dan membangun komunikasi dengan Pemda penyangga. Yakni, bersama-sama membuat satu formula yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan macet.
“Karena mobilitas orang di Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh masyarakat Jakarta, tapi sebagian besar juga dari luar, khususnya daerah penyangga,” ujarnya.
Baca juga : Aplikasi i-Pubers, Pupuk Indonesia Siap Tingkatkan Pelayanan Petani Nasional
Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, kemacetan di Jakarta tidak akan pernah tuntas jika transportasi publik di wilayah peyangga belum memadai.
Diungkap dia, sekitar lebih dari 95 persen kawasan perumahan di Bodetabek tidak memiliki akses layanan transportasi umum.
“Hal inilah yang menyebabkan Jakarta tidak pernah bisa melawan kemacetan lalu lintas. meski sudah ratusan rute bus Transjakarta dan Jaklingko dibangun, namun tidak mampu mengatasi kemacetan,” kata Djoko.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.