Sebelumnya
Namun dia meminta, penerima KJMU tak perlu khawatir adanya penghapusan data. Sebab, jika mahasiswa masuk kategori tidak mampu, maka otomatis akan diprioritaskan.
Anggaran untuk penerima KJMU juga dipastikan bakal ditambah atau disesuaikan kembali pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
“Jadi teman-teman atau anak-anak kita yang masih kuliah nggak usah takut gitu loh, pasti itu akan terjamin ya,” kata Iman.
Baca juga : Atletico Madrid Vs Barcelona, Misi Kudeta Kursi Girona
Sementara, Anggota Komisi E Ima Mahdiah mendesak Pemprov DKI Jakarta lebih jujur dan transparan dalam menjelaskan penyebab dipangkasnya penerima KJMU. Apakah masalah pemeringkatan kesejahteran/Desil atau anggaran?
“Menurut saya ini adalah masalah pergeseran anggaran. Jadi ini harus disampaikan ke publik. Masalahnya itu sebenarnya apa dan kita butuh Pemprov jujur,” kata Ima.
Jika dicoret lantaran Desil, lma yakin itu hanya jadi alasan Pemprov DKI saja.
Baca juga : Badminton All England 2024, Ginting Menembus Final
“Saya akhirnya jadi suudzon nih, terkait data di DTKS, kenapa saya jadi suudzon? Karena yang tiga tahun lalu dia sudah menyanggah tidak punya mobil, menyanggah bahwa dia orang miskin, tiba-tiba muncul lagi,” ujarnya.
Masalah itu, menurutnya, sebenarnya sudah selesai, tapi tiba-tiba muncul lagi, sehingga mereka distop sebagai penerima KJP atau KJMU.
“Saya jadi curiga, ini adalah kesengajaan bahwa menutupi kekurangan anggaran ini. Jadi ini yang harus Pemprov DKI jawab dengan sejujurnya kenapa bisa terjadi permasalahan,” cecarnya.
Baca juga : Pakai Kode Pakan Jagung Hingga Kandang Burung
Diungkap Ima, selain KJMU, pemotongan juga terjadi pada penerima KJP dan Sembako Subsidi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 17 Maret 2024 dengan judul Untuk Bantu 18 Ribu Mahasiswa Tak Mampu, DKI Siapin Anggaran KJMU Rp 171 Miliar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.