Sebelumnya
Mengutip penelitian yang dilakukan Dwi Ardianta, Hengki Purwoto dan Agunan Samosir dalam Jurnal Manajemen Transportasi Dan Logistik Trisakti (Juli 2022), menyimpulkan bahwa pemberian Public Service Obligation (PSO) KRL Jabodetabek tidak tepat sasaran karena sekitar 60 persen pengguna adalah kelompok mampu.
Karena itu, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini mengatakan, volume penumpang moda transportasi itu tidak akan terpengaruh terhadap penyesuaian tarif, terutama pada kelompok masyarakat mampu.
Djoko mengungkapkan, data Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi per Februari 2024, sebanyak 6,704 juta penduduk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) membutuhkan penyediaan layanan angkutan umum setiap hari.
Baca juga : Senang Solo Karier, Anies Tak Tertarik Bikin Partai
Pada 2023, jumlah penumpang angkutan umum commuting (penumpang per hari) untuk Transjakarta sebanyak 1,17 juta penumpang, KRL Jabodetabek 952.000 penumpang, MRT Jakarta 278.955 penumpang, LRT Jabodebek 54.117 penumpang, LRT Jakarta 2.800 penumpang (tahun 2023).
Kemudian, Trans Jabodetabek 55.442 penumpang (tahun 2022), JR Connection 6.948 penumpang (tahun 2022) dan Trans Pakuan di Bogor 11.317 penumpang (2023). Potensi penduduk dilayani angkutan umum dalam radius 500 meter dari simpul sebesar 7,97 juta orang. Total dalam sehari 2,532 juta penumpang per hari.
Solusi agar masyarakat kurang mampu tidak terbebani dengan kenaikan tarif Transjakarta dan KRL Jabodetabek, kata Djoko, Pemprov DKI dan PT KCI bisa menerapkan cara yang diberlakukan Pemprov Jawa Tengah (Trans Jateng) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang (Trans Semarang) dalam memberikan subsidi penumpang bus.
Baca juga : Bima Untuk Jabar, Emil Ke Jakarta
“Tarif Trans Semarang Rp 4.000, ada tarif khusus Rp 1.000 yang diberikan kepada pelajar/mahasiswa, pemegang Kartu Identitas Anak (KIA), anak usia di bawah lima tahun (balita), disabilitas, isian (usia 60 tahun ke atas) dan veteran,” jelasnya.
Sementara Trans Jateng yang juga bertarif Rp 4.000, diberikan tarif Rp 2.000 untuk pelajar, mahasiswa dan buruh.
“Pengelola Transjakarta dan PT KCI bisa membuka pendaftaran bagi warga yang mau mendapatkan tarif khusus itu,” ucapnya.
Baca juga : PKS Kebelet Pindah Haluan, Tapi Gayung Belum Bersambut
Untuk buruh, selain menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), saran Djoko, mereka harus menunjukkan surat keterangan dari tempat bekerja atau Rukun Tetangga (RT) setempat. Jika ketahuan berbohong, bisa dicabut atau untuk sementara waktu tidak boleh menggunakan bus Transjakarta.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 6 Mei 2024 dengan judul Kerek Minat Publik Gunakan Angkutan Umu, Kebon Sirih Dorong Tarif Transjakarta Digratiskan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.