Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wacana Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Internal PKB Adem Ayem
RM.id Rakyat Merdeka - Wacana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terus menguat. Meski begitu, internal partai masih adem ayem dan belum mendeklarasikan dukungan kepada pemerintahan anyar. Kendati partai berlogo bintang sembilan ini memiliki kedekatan dengan Prabowo dan Partai Gerindra
"BAHKAN, sejak kami berdiri sudah bersama-sama, termasuk adanya hubungan yang baik antara Pak Prabowo dan Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar)," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Daniel Johan dalam diskusi daring bertajuk Demokrasi Tanpa Oposisi, di Jakarta, Sabtu (4/5/2024).
Vokalis PKB di Senayan ini mengungkapkan, partainya memiliki kesamaan semangat dengan Partai Gerindra. Salah satunya, berkomitmen melanjutkan dan memperkuat kerja sama yang selama ini berjalan dengan baik, jauh dari persoalan Pilpres 2024.
Daniel mengataku, PKB belum secara resmi menentukan sikap akan bergabung ke dalam Pemerintahan atau menjadi oposisi dalam Pemerintahan anyar. Cak Imin masih berkomunikasi dengan seluruh pihak untuk mendapatkan masukan, termasuk berkeliling Indonesia menemui para tokoh dan sesepuh.
Baca juga : Pemerintah Ogah Barang Impor Jastip Asal Masuk
Namun, Daniel berharap, PKB dan Gerindra bisa terus melanjutkan kerja sama, baik di legislatif maupun eksekutif, terutama di tingkat daerah melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Saat ini, PKB sedang fokus merancang strategi untuk Pilkada 2024.
Sejauh ini rumor dukungan PKB terhadap Pemerintahan anyar belum terjadi resistensi di internal partai. Termasuk, di akar rumput. Namun, DPP PKB akan menerima masukan seluruh kadermengenai posisi partai dalam pemerintahan selanjutnya.
"Kita lihat nanti yang paling memberikan kebaikan yang mana, di luar pemerintahan atau di dalam. Semuanya untuk rakyat dan kehidupan bangsa ke depan," katanya.
Namun, PKB bergabung ke kubu Pemerintah anyar dapat dilihat melalui gelagat kesamaan visi membangun bangsa yang dimiliki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan PKB. Sekalipun, secara teknis belum dibahas bentuk kerja sama ini.
Baca juga : Beringin Bogor Ngarep Koalisi Dengan Gerindra
"Mungkin juga Pak Prabowo butuh waktu untuk berkomunikasi dengan Koalisi 02. Jadi, kami saling memberikan waktu untuk mematangkan mana yang terbaik nanti," ucapnya.
Bahkan, Cak Imin telah menitipkan delapan agenda perubahan kepada Prabowo sebagai Presiden terpilih.
Delapan agenda perubahanPKB untuk bangsa, yakni merawat dan memperkuat kualitas demokrasi, menjamin kebebasan rakyat berbicara dan mengkritik, menjamin kebebasan pers sebagai pilar ke-4 demokrasi, serta memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja.
Selanjutnya, mewujudkan upah berkeadilan dan menjamin akses pemerataan ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keseimbangan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis berkelanjutan, serta mengedepankan etika lingkungandan pembangunan.
Baca juga : Netizen: Gerah Banget, Badan Jadi Tak Nyaman
Sementara, politisi PDI Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengungkapkan pentingnya keberadaan oposisi di perjalanan sebuah Pemerintahan. Baginya, fungsi pengawasan akan lebih efektif jika partainya menjadi oposisi.
"Manfaat kita di luar Pemerintahan, kita bisa pastikan sistem kontrol pengawasan terhadap Pemerintahan bisa berjalan efektif," ujar Masinton di dalam diskusi tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.