BREAKING NEWS
 

Masih Banyak Warga Tak Punya Rumah

Pembangunan Rusun MBR Mesti Diperbanyak

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 11 Mei 2025 06:50 WIB
Menurut Anggota DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Pramono menekankan pentingnya transparansi dalam proses penempatan warga dan memasti­kan tidak ada praktik percaloan.

Untuk mengetahui langsung proses pendaftaran dan alokasi unit, dia mengaku langsung menanyakan kepada beberapa penghuni baru mengenai cara mereka memperoleh hunian.

“Apakah dalam memperoleh ini ada orang-orang yang me­nawarkan untuk bisa menda­patkan itu. Alhamdulillah dari yang saya tanyakan, betul-betul mereka mendapatkan dari aplikasi Sirukim,” tegasnya.

Meski demikian, Pramono juga menyampaikan bahwa masih terdapat keluhan masyarakat terkait kinerja aplikasi Sirukim. Karena itu, dia minta Sirukim diperbaiki.

Baca juga : Paus Leo XIV Pernah Menginap di Papua

“Bismillah, nanti 2 minggu lagi mudah-mudahan aplikasi ini lebih terbuka, lebih transparan dan lebih baik, lebih cepat merespons masyarakat,” ujarnya.

Pramono menambahkan, sistem verifikasi akan dipercepat, sehing­ga hasil kelayakan dapat diketahui dalam waktu dua minggu.

“Kalau memang tidak me­menuhi syarat, maka dalam waktu dua minggu bisa diketa­hui,” ucapnya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan rusun sebagai upaya penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi warga.

Baca juga : Berlari Sambut Jemaah, Gendong Lansia Teringat Ibu Sendiri

“Pemerintah DKI akan melan­jutkan untuk membangun rumah susun. Karena ini bagian dari tanggung jawab kami untuk menyediakan rumah yang layak huni,” katanya.

Dia membeberkan, pembangunan rusun berikutnya di wilayah Rorotan, serta revitalisasi Rusun Marunda.

Pramono menyoroti pentingnya kualitas bangunan dan fasilitas pendukung demi kenya­manan penghuni. Seperti masjid, klinik kesehatan, perpustakaan dan sebagainya.

Selain itu, keberadaan jalan tol baru, disebut Pramono seba­gai nilai tambah bagi penghuni rusun, karena meningkatkan konektivitas.

Baca juga : Prabowo Kangen Nasi Goreng Mega

“Jadi, aktivitas mereka men­jadi lebih mudah. Apalagi trans­portasi, infrastruktur, konektivi­tas ke selatan kami rencanakan untuk diperbaiki secara lebih rapi, lebih detail,” ucapnya.

Sebagai informasi, Rusun Jagakarsa terdiri atas tiga menara, dengan total 723 unit hunian.

Rusun ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti stan usaha, sarana olahraga, taman bermain, masjid, klinik kesehatan, perpustakaan, coworking space, daycare, hingga ruang duka.

Biaya sewa per bulan, sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024, berkisar antara Rp 865.000 hingga Rp 1,8 juta per unit. Belum termasuk biaya air dan listrik. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense