BREAKING NEWS
 

Penerimaan Murid Baru Sering Gaduh

Disdik DKI Didorong Cegah Praktik Culas

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 28 Mei 2025 06:50 WIB
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin. (Foto: Dok. PKS Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Jakarta yang sebentar lagi akan digelar, diharapkan lebih baik. Dugaan praktik culas alias curang saat penerimaan siswa pada tahun lalu harus bisa dicegah.

SPMB yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI Jakarta melalui Di­nas Pendidikan (Disdik) sudah membuka masa pra pendaftaran pada 19 Mei hingga 12 Juni 2025. Untuk pengajuan akun dan verifi­kasi Kartu Keluarga (KK) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sudah dimulai pada 26 Mei 2025. Pembuatan akun untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMP) dimulai 2 Juni dan untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Keju­ruan (SMK) pada 5 Juni 2025.

Baca juga : Real Betis Vs Chelsea, Adu Mekanik Eks Rekan Kerja

Di tahun-tahun sebelumnya, sejak diberlakukan sistem Zo­nasi, Penerimaan Siswa Baru (PMB) kerap diwarnai kegaduhan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin meminta Disdik DKI Jakarta lebih masif menyosialisasikan SPMB. Sehingga warga memahami aturan baru dalam proses pendaftaran sekolah.

“Sosialisasinya harus bisa terang-benderang di masyarakat. Semuanya sudah ada aturan­nya,” kata Thamrin usai rapat kerja Komisi E di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Politisi Partai Keadilan Se­jahtera (PKS) ini juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam seluruh proses pendaftaran.

Baca juga : Thunder Selangkah Lagi Ke Grand Final

Dia menegaskan, Komisi E DPRD DKI Jakarta akan terus mengawal jalannya pelaksanaan penerimaan murid baru agar berjalan sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Untuk menjamin kemudahan akses informasi dan solusi bagi masyarakat, Thamrin mendo­rong Disdik membuka posko pengaduan yang mudah dijang­kau oleh warga.

Dia menyoroti banyaknya siswa yang diterima di sekolah negeri pada tahun lalu melalui jalur mutasi atau perpindahan tinggal orangtua.

Adsense

Baca juga : Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Jadi Bintangnya

Thamrin meminta, Disdik mengawasi ketat jalur ini agar tidak disalahgunakan. “Kalau memang mereka pindah rumah (dekat sekolah), harus ada keterangan dari kelurahan bahwa orang ini benar-benar tinggal di situ. Cek Kartu Keluarga yang lama dan barunya,” ujarnya.'
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense