BREAKING NEWS
 

Ditinggikan KAI Demi Keselamatan

Anker Tak Bisa Lompat Pagar Stasiun Cikini Lagi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 15 Agustus 2025 06:50 WIB
Pekerja konstruksi sedang mengelas dan mengecat pagar di depan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, yang sudah ditinggikan agar tak bisa lagi dilompati penumpang kereta. (Foto: Dede Iswadi/RM)

 Sebelumnya 
Ixfan menguraikan, volume pengguna KRL di Stasiun Cikini antara 25.000-30.000 orang per hari pada hari kerja (Senin-Jumat), dan 11.000-15.000 orang per hari pada akhir pekan (Sabtu-Minggu).

Tingginya mobilitas ini, lanjut Ixfan, membuat penataan ak­ses penumpang sangat penting untuk mencegah insiden serta memastikan kelancaran layanan.

Ixfan menambahkan, peker­jaan ini sudah terealisasi semen­tara sepanjang 35 gawang atau sekitar 70 meter. Langkah ini, harapnya, dapat mengurangi pelanggaran akses keluar-masuk, meningkatkan keselamatan dan ketertiban di lingkungan stasiun.

Baca juga : Dahlia Poland, Gugat Cerai, Janji Tetap Bareng Anak

Dia pun mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku, menggunakan akses resmi yang telah disediakan dan mengutamakan keselamatan bersama.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama masyarakat, agar fasilitas umum dapat digunakan secara tertib dan aman,” ucapnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Francine Widjojo mendukung peninggian pagar Stasiun Cikini.

Baca juga : Mafia Pengoplos Beras Disikat, Pedagang Kecil Raih Untung

Namun, dia menyarankan agar dibuat akses masuk ke stasiun yang tidak terlalu jauh, dengan menye­diakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau pelican crossing.

Menurut Francine, ada alasan tertentu di balik banyaknya penumpang KRL yang melom­pati pagar Stasiun Cikini. “Untuk menuju pintu masuk di bagian tengah, pejalan kaki harus menempuh jalan memutar yang cu­kup jauh,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI ini, Rabu (13/8/2025).

Menurut Francine, langkah KAI membuat jalan memu­tar, tidak salah untuk mence­gah pintu masuk menjadi lo­kasi drop off atau pangkalan ojek, dan mencegah pengguna KRL menyeberang di tempat yang tidak ditentukan. “Selain menyebabkan kemacetan, ini juga berbahaya bagi penumpang KRL,” ujarnya.

Baca juga : Antar Undangan HUT RI, Gibran Cium Tangan Pak Try

Karena itu, Francine mengusul­kan solusi yang bisa diterima semua pihak, ketimbang meninggikan pagar. “KAI dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI untuk menyediakan lokasi drop-off dan pick-up,” ujarnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense