BREAKING NEWS
 

Cuaca Belum Kondusif, Bahayakan Penumpang

Dishub DKI Stop Operasional Kapal Ke Kepulauan Seribu

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 30 Januari 2026 06:25 WIB
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dishub DKI Muhammad Wildan Anwar. (Foto: Instagram/sudinhub_jakpus)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara pemberangkatan (operasional) kapal cepat ke Kepulauan Seribu. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penumpang karena cuaca belum normal.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut, kondisi cuaca belum kondusif. Berpotensi menyebabkan gelombang tinggi dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran. 

Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dishub DKI Muhammad Wildan Anwar mengatakan, layanan kapal cepat dihentikan sejak Minggu (25/1/2026) hingga Kamis (29/1/2026). 

Bahkan, ada kemungkinan, hari ini, Jumat (30/1/2026), layanan kapal cepat belum bisa dibuka mengingat cuaca masih berpotensi ekstrem. 

Baca juga : Depak Madrid Ke Playoff Liga Champions, Benfica Lolos, Mou Masterclass

Wildan menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG, kecepatan angin di wilayah Kepulauan Seribu mencapai 11 hingga 15 knot, dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal. 

Selain faktor cuaca, penghentian sementara operasional juga mempertimbangkan belum diterbitkannya izin berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hal ini menjadi salah satu syarat utama sebelum kapal diizinkan kembali beroperasi. 

“Operasional kapal akan kembali dibuka setelah kondisi cuaca dinyatakan aman. Informasi terbaru terkait layanan angkutan perairan, dapat dipantau melalui kanal resmi Dinas Perhubungan Provinsi DKI,” kata Wildan, Rabu (28/1/2026). 

Adsense

Pengawas UPAP Dishub DKI Mulyadi menambahkan, penghentian operasional kapal cepat, berlaku untuk seluruh empat lintasan utama, baik menuju wilayah Kepulauan Seribu Selatan, maupun Kepulauan Seribu Utara. 

Baca juga : Thailand Masters 2026, Tunggal Putra Indonesia Jegal Pemain Unggulan

Mulyadi mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi resmi terkait jadwal pelayaran, dan mengutamakan keselamatan selama kondisi cuaca belum memungkinkan untuk berlayar. 

“Bagi masyarakat yang telah membeli tiket, tidak perlu khawatir. Seluruh biaya akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan dan pembelian awal. Keselamatan penumpang menjadi prioritas kami,” ucapnya. 

Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wahyu Dewanto mendukung penghentian sementara operasional kapal cepat ke Kepulauan Seribu. 

“Dishub tentu memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi, terutama terkait keselamatan pelayaran,” ujar Wahyu. 

Baca juga : Pupuk Kaltim Efisien, Biaya Produksi Turun

Wahyu menilai, penghentian operasional merupakan keputusan yang tepat. “Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, atau risiko kecelakaan di tengah laut,” katanya. 

Menurutnya, meskipun kondisi kapal dalam keadaan siap, perjalanan tetap berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan penumpang, terutama pada musim dengan cuaca ekstrem. Sebab itu, kewaspadaan perlu menjadi perhatian bersama. 

Terkait informasi dari BMKG, lanjut Wahyu, secara teknis mereka selalu menyiarkan kondisi cuaca yang dapat dipantau dari waktu ke waktu. Bahkan dalam keadaan khusus, ketika terjadi cuaca ekstrem, informasi tersebut dapat disampaikan secara khusus. “Hal ini sudah berjalan dengan baik,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Wahyu mengimbau masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut menuju Kepulauan Seribu, untuk selalu memantau informasi dari kanal-kanal resmi sebelum merencanakan perjalanan. “Penumpang perlu memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran,” tandasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense