Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle
Kamis, 29 Januari 2026 08:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seharian kemarin, Rabu (28/1/2026), ramai isu bakal ada reshuffle kabinet. Namun, Presiden Prabowo Subianto hanya melantik Dewan Energi Nasional (DEN). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan, Presiden Prabowo tidak melakukan reshuffle kabinet.
Isu reshuffle muncul sejak pagi. Beberapa nama, baik yang dikabarkan kena reshuffle maupun yang akan masuk kabinet, seliweran dalam pesan berantai.
Namun, hingga siang, di Istana Kepresidenan, tidak ada tanda-tanda reshuffle. Sekitar pukul 13.00, memang ada beberapa orang datang, tapi mereka bukan calon anggota kabinet baru. Mereka adalah calon anggota DEN, yaitu Unggul Priyanto, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, dan Fadhil Hasan. Berikutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga : Imbas Banjir Sumatera, 29 Desa Hilang
Pelantikan DEN dimulai pukul 15.00, dipimpin Presiden Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pelantikan ini, Bahlil ditetapkan sebagai Ketua Harian DEN. Anggota dari unsur Pemerintah terdiri atas Amran Sulaiman, Rachmat Pambudy, Brian Yuliarto, Dudy Purwagandhi, Purbaya Yudhi Sadewa, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Hanif Faisol Nurofiq. Sedangkan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan adalah Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.
Mensesneg menjelaskan, susunan anggota DEN terdiri dari dua kluster. Pertama, kluster dari unsur Pemerintah berjumlah delapan orang. Kedua, kluster dari unsur pemangku kepentingan, yang juga berjumlah delapan orang. Kluster unsur pemangku kepentingan ini dipilih melalui mekanisme penyeleksian di DPR.
Baca juga : Sah Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Komit Jaga Independensi BI
Dia menjelaskan, sektor energi menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah. Pemerintah ingin sektor energi menyusul sektor pangan, yang sudah mampu swasembada. "Kita ingin mengejar swasembada energi sebagai bagian dari kemandirian nasional,” terang Mensesneg.
Soal isu reshuffle, Mensesneg menegaskan, tidak ada. "Nggak ada (reshuffle). Agendanya pelantikan Dewan Energi Nasional. Dewan Energi Nasional ini diketuai langsung oleh Bapak Presiden, dengan Ketua Harian adalah menteri yang membidangi urusan energi," terangnya.
Mengenai kekosongan salah satu posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mensesneg tak berbicara banyak. Dia menyatakan, Presiden Prabowo akan terlebih dulu berbicara dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca juga : Polri di Bawah Presiden Tak Bisa Diutak-atik Lagi
"Bapak Presiden pasti akan melakukan semacam kajian dan meminta pendapat, tentunya dengan Menteri Keuangan mengenai pengisian kembali jabatan Wamenkeu yang tadinya diisi oleh Pak Thomas Djiwandono yang sekarang akan bertugas di Bank Indonesia," ucapnya.
Lalu, kapan Wamenkeu baru dilantik? Purbaya memprediksi, pada Februari nanti. Mengenai nama Wamenkeu baru, Purbaya tidak mau berspekulasi. “Tunggu pernyataan Bapak Presiden," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya