Dark/Light Mode

Setelah Jadi Deputi Gubernur BI

Thomas Tak Kepikiran Bakal Jadi Gubernur BI

Kamis, 29 Januari 2026 08:15 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih Thomas Djiwandono menghadiri Rapat Paripurna DPR di  Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Teddy Kroen/RM)
Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih Thomas Djiwandono menghadiri Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Teddy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas Djiwandono diterpa isu mengincar kursi orang nomor satu di bank sentral. Menanggapi kabar tersebut, keponakan Presiden Prabowo Subianto ini menegaskan tidak pernah terpikir untuk menjadi Gubernur BI.

“Urusan Gubernur BI, segala macam, nggak ada,” tegas Thomas kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Thomas ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 melalui rapat paripurna DPR pada Selasa (27/1/2026). Penetapan tersebut dilakukan setelah Komisi XI DPR memilih Thomas sebagai Deputi Gubernur BI usai uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Senin (26/1/2026).

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Thomas menegaskan penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI telah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku. “Nggak ada satu hal pun yang dilewatkan, dilanggar, apalagi dibelok-belokkan,” ujarnya Wakil Menteri Keuangan ini.

Ia menekankan, penunjukannya murni untuk posisi Deputi Gubernur BI, bukan bagian dari skenario menuju kursi Gubernur BI. “Jadi, soal isu menjadi Gubernur BI, itu tidak benar,” kata Thomas menegaskan.

Baca juga : Imbas Banjir Sumatera, 29 Desa Hilang

Thomas menjelaskan, proses penunjukannya dipicu oleh pengunduran diri Deputi Gubernur BI sebelumnya, Juda Agung, sehingga bukan merupakan penunjukan yang dirancang sejak awal.

“Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI dan prosesnya dilakukan sesuai mekanisme yang ada. Kalau ada sumber yang menyatakan sebaliknya, silakan dikonfirmasi kembali ke sumber tersebut,” pesannya.

Menyoal persepsi publik terkait latar belakang politik dan hubungan keluarganya dengan Presiden Prabowo Subianto, Thomas mengakui hal tersebut merupakan fakta yang tidak bisa dihindari. Namun, ia berharap publik menilai dirinya berdasarkan rekam jejak profesional.

“Tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Thomas juga mengaku telah bertemu langsung dengan Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rabu (28/1/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal penting.

Baca juga : Sah Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Komit Jaga Independensi BI

“Saya tadi baru saja, sebelum ini, bicara khusus dengan Pak Gubernur BI. Saya sowan kepada beliau,” kata Thomas.

Meski demikian, ia menyebut belum ada pembicaraan terkait penugasan yang akan dijalankannya di BI. “Soal penugasan khusus, nanti akan diumumkan setelah melalui proses di Mahkamah Agung (MA),” jelasnya.

Thomas menambahkan, menerima berbagai masukan dari Perry. Namun, ia belum dapat membeberkan isi masukan tersebut kepada publik.

Selain itu, Thomas juga berencana mencari waktu untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku belum bertemu presiden sejak pertemuan terakhir di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

“Tapi, saya sudah memohon waktu karena saya mau pamit dari kabinet. Jadi, saya memang belum bertemu beliau dan sudah meminta waktu untuk itu,” ungkapnya.

Baca juga : Polri di Bawah Presiden Tak Bisa Diutak-atik Lagi

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap Thomas dapat mempertimbangkan kepentingan fiskal dalam perumusan kebijakan moneter.

“Harapannya, dia bisa memberikan masukan yang lebih kuat terhadap kebijakan moneter dengan tetap memasukkan concern fiskal,” tutur Purbaya.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Hendra Lembong juga berharap kehadiran Thomas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik serta membawa gagasan baru bagi kebijakan moneter BI.

“Tentu harapannya beliau bisa membawa ide-ide baru yang lebih baik lagi untuk membantu pertumbuhan ekonomi,” ujar Hendra. [MEN/BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.