Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IHSG Anjlok, Menkeu: Nggak Usah Takut, Pasti Rebound
Kamis, 29 Januari 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai penurunan IHSG tersebut. “Nggak usah takut, pasti akan rebound,” ujarnya.
Pada perdagangan kemarin, IHSG dibuka turun 586,71 poin atau 6,53 persen ke posisi 8.393,51. Perdagangan bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) karena IHSG turun lebih dari 8 persen. Sementara itu, pada penutupan perdagangan, IHSG masih melemah 7,35 persen ke posisi 8.320,55.
Salah satu penyebab turunnya IHSG ada lah aksi panic selling pelaku pasar pascapengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia. MSCI mengungkapkan masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia.
Baca juga : Minta Alat Sadap Canggih, KPK Mau OTT Setiap Bulan
Purbaya merespons pelemahan IHSG tersebut dengan tenang. Ia optimistis IHSG akan kembali menguat. “Karena fondasi ekonomi kita dibenahi betul-betul secara serius,” tegasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Purbaya mengamini, anjloknya IHSG dipicu pengumuman MSCI, bukan sentimen lainnya. Ia yakin Indonesia mampu memenuhi persyaratan yang diminta MSCI dalam beberapa bulan ke depan.
Senada dengan Purbaya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, fluktuasi IHSG merupakan hal yang wajar dan terjadi setiap hari selama perdagangan berlangsung. Ia meminta pelaku pasar tidak merespons secara berlebihan.
Baca juga : Teuku Rezasyah: Secara Otomatis Statusnya Hilang
“Ya, nggak perlu panik. Kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik, ada yang turun,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/1/2026).
Airlangga memastikan Pemerintah akan terus memantau gejolak IHSG. Pemerintah juga menjadwalkan rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis (29/1/2026) untuk merespons anjloknya IHSG.
Menurutnya, kinerja IHSG turut dipengaruhi proses free float assessment dari MSCI. Oleh karena itu, Airlangga menilai perlu adanya evaluasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap permintaan MSCI, khususnya terkait transparansi.
Baca juga : Dave Laksono: Harus Dipandang Secara Hati-hati
“Iya, tentu kalau transparansi itu menjadi persyaratan bagi seluruh penyelenggara pasar modal. Jadi itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikkan di banyak negara,” jelas Airlangga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya