Sebelumnya
Selain itu, Kevin menyoroti kondisi instalasi listrik yang selama ini kerap diduga memicu kebakaran di kawasan permukiman padat. “Infrastruktur listrik juga perlu dibenahi. Jangan sampai korsleting kecil berkembang menjadi kebakaran besar yang meludeskan rumah-rumah warga,” tandasnya.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, kebakaran berdampak pada 354 kepala keluarga dengan total sekitar 679 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat 326 laki-laki dan 353 perempuan, termasuk kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), bawah lima tahun (balita), anak-anak dan ibu hamil.
Baca juga : Prancis, Misi Terakhir Sang Maestro
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang meninjau lokasi kebakaran ini menyatakan, sebagian besar kasus kebakaran di Jakarta, dipicu masalah kelistrikan.
“Berdasarkan survei yang kami miliki, hampir 95 persen kebakaran di Jakarta, disebabkan korsleting listrik. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Rano, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, dia menambahkan, penyebab pasti kebakaran di Kebon Kosong masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga : Jalani Tiga Laga Uji Coba, Curacao Datang Dengan Bus Sekolah
Saat ini, Pemprov DKI telah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka, lengkap dengan dapur umum, layanan kesehatan dan dukungan psikologis bagi anak-anak terdampak.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemprov juga mulai mengganti dokumen kependudukan warga yang hilang akibat kebakaran, melalui layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Rano juga mengajak warga mempertimbangkan hunian vertikal sebagai solusi jangka panjang. Karena, sebagian kawasan yang terbakar ini, berdiri di atas lahan milik Sekretariat Negara (Setneg), dan persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama.
Baca juga : Jemaah Haji Bergeser Ke Madinah, Hotel Mewah Menanti
“Tadi saya sempat menawarkan kepada warga untuk tinggal di rumah susun. Namun, mereka mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat karena lahir dan besar di kawasan ini,” ujar Rano.
Rano mengingatkan, musibah ini dapat menjadi momentum untuk mencari solusi penataan permukiman yang lebih aman dan layak bagi warga. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.