BREAKING NEWS
 

Jakarta Kreatif Festival 2026 Perkuat Digitalisasi Ekonomi di Ibukota

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 20 Juni 2026 06:50 WIB
Gubernur Pramono Anung menghadiri peluncuran Jakarta Kreatif Festival 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif, memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mempercepat digitalisasi ekonomi di ibu kota.

Harapan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran Jakarta Kreatif Festival 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Jumat.

“Saya merasakan bahwa ekonomi kreatif memang merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi. Dalam forum gubernur dan wali kota dunia yang saya hadiri beberapa waktu lalu, pesan yang disampaikan juga sama, yaitu ekonomi kreatif akan mengubah wajah kota maupun provinsi yang bersangkutan,” kata Pramono di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Pramono menilai pengembangan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. 

Baca juga : Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi melalui Pengendalian Inflasi

Melalui penyelenggaraan JKF 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap dapat memperkuat ekosistem kreatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pramono juga berharap festival tersebut dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kreativitas nasional menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

Adsense

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, kontribusi Jakarta terhadap perekonomian Indonesia mencapai 16,67 persen.

“Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan sektor jasa, terutama perdagangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, diperlukan sinergi bersama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan permintaan domestik,” jelasnya.

Baca juga : Wapres Minta Kopdes Perkuat Usaha Warga, Bukan Jadi Pesaing

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif. Perekonomian DKI Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,59 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,95 persen.

Sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tersebut, Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, dan berbagai institusi strategis akan menggelar acara puncak Jakarta Kreatif Festival 2026 pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Mengusung tema “A Creative Movement for a Sustainable Global City” dengan tagline “INXPIRE: Innovate, Explore, Empower” serta semangat #JagaJakarta, festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi pentaheliks yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Melalui konsep tersebut, JKF 2026 diharapkan mampu menggerakkan perekonomian Jakarta, khususnya pada sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan inovasi, dan memperluas peluang usaha.

Baca juga : Pakar Sebut B50 Perkuat Ekonomi, Kurangi Impor

Iwan menjelaskan bahwa acara puncak JKF 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada tiga sektor utama, yakni olahraga, musik, dan film. Beragam agenda yang telah disiapkan antara lain JKF Padel Competition, aktivasi sport lifestyle, Band Competition, Swara Bankers, hingga Jakarta Youth Film Festival (JYFF).

“Melalui Jakarta Youth Film Festival, kami ingin membuka ruang bagi sineas muda Jakarta untuk menampilkan karya terbaiknya. Industri perfilman memiliki dampak pengganda ekonomi yang besar terhadap sektor jasa, seperti pariwisata, perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, serta akomodasi makan dan minum,” terang Iwan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense