BREAKING NEWS
 

Warga Jakarta Heran Dua JPO di H.R. Rasuna Said Hanya Berjarak 50 Meter

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 4 Agustus 2026 14:11 WIB
Dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri saling berdekatan di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Foto: Dishub DKI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga Jakarta dibikin heran dengan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri saling berdekatan di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jarak kedua jembatan itu kurang lebih hanya 50 meter sehingga terkesan mubazir.

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, kedua JPO memang dibangun pada waktu yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. 

Sementara itu, JPO kedua dibangun oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi terintegrasi di Jakarta. Fasilitas tersebut dirancang untuk menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta sehingga memudahkan perpindahan antarmoda bagi para pengguna transportasi umum. 

Baca juga : Pramono SIapkan Lahan Jadi Kawasan Ketahanan Pangan Terintegrasi

“JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026). 

Adsense

Mengenai usulan masyarakat agar kedua JPO disambungkan, Dinas Bina Marga menyatakan bahwa rencana tersebut tidak dapat diputuskan secara sepihak. Kajian teknis masih diperlukan karena JPO integrasi merupakan aset milik sekaligus dikelola oleh pihak LRT Jabodebek. 

Selain persoalan kewenangan, terdapat sejumlah kendala teknis yang menjadi alasan utama mengapa kedua JPO belum dapat disambungkan. 

Baca juga : Pramono Tindak Tegas Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jakarta

Berdasarkan kondisi di lapangan, kedua struktur memiliki perbedaan elevasi lantai sekitar 75 sentimeter, sementara jarak horizontal antarkedua bangunan hanya sekitar 60 sentimeter. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi standar keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas. 

Meski tidak terhubung secara fisik, masyarakat tetap memiliki alternatif untuk menggunakan kedua fasilitas tersebut sesuai kebutuhan. Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa jarak antara akses turun kedua JPO hanya sekitar 50 meter sehingga pengguna masih dapat memilih jalur penyeberangan yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan mereka. 

Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas penyeberangan sesuai fungsi masing-masing serta terus mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan tersebut. 

Baca juga : Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas,” pungkas Dinar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense