BREAKING NEWS
 

Politisi PSI: Relokasi Berpotensi Hilangkan Pembeli

Janji Pram Perbaiki Pasar Tampur Ditagih Pedagang

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 5 November 2026 06:25 WIB
Spanduk berisi janji Gubernur DKI Pramono Anung untuk membangun kembali Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, terpampang di gapura. Pasar tersebut kini hanya menyisakan puing. (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bangunan Pasar Taman Puring (Tampur), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini tinggal kenangan. Gedung yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan barang loak legendaris itu sudah rata dengan tanah. Sisa material dinding yang menghitam akibat kebakaran pada 28 Juli 2025, berserakan menjadi puing.

Pantauan Fotografer Rakyat Merdeka, Sabtu (31/10/2026), di sekitar bekas bangunan pasar, puluhan tenda masih berdiri. Di sanalah para pedagang yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran bertahan untuk tetap berjualan. Mereka masih menunggu kepastian pembangunan kembali pasar yang terletak di Jalan Kyai Maja itu.

Namun, harapan itu ternyata berlainan dengan rencana Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang akan mengubah lokasi bekas kebakaran itu menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) bernama Taman Setara.

Rencana tersebut memantik penolakan para pedagang. Mereka memasang spanduk di gapura Pasar Taman Puring yang masih tersisa dari kebakaran sekitar satu tahun lalu itu.

“Karena pasar itu adalah pasar rakyat, yang dibutuhkan rakyat setempat dan pasar itu yang aktivitasnya masih. Tetapi tentunya dengan adanya kebakaran ini, kita akan bantu perbaiki fasilitas yang ada,” demikian isi spanduk bergambar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang dipasang para pedagang.

Penolakan pedagang itu mendapat perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan. August memprotes rencana perubahan fungsi Pasar Taman Puring menjadi Taman Setara yang disertai relokasi para pedagang. Menurut politisi PSI itu, rencana tersebut bertentangan dengan komitmen Pramono Anung yang sebelumnya menyatakan akan memperbaiki pasar setelah terbakar.

Baca juga : King MU Mangsa Serigala

“Gubernur pernah menyatakan akan memperbaiki Pasar Taman Puring. Bahkan, Gubernur mengakui bahwa pasar tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” ingat August, Selasa (3/11/2026).

Dia menegaskan, para pedagang sudah cukup lama menunggu kepastian perbaikan pasar. Namun, alih-alih mendapat kepastian untuk kembali berdagang di lokasi semula, mereka justru menghadapi rencana pemindahan ke tempat lain.

August mengingatkan, rencana relokasi berpotensi menambah beban ekonomi pedagang. Mereka bukan hanya harus beradaptasi dengan lokasi baru. Tetapi juga berisiko kehilangan pelanggan yang selama ini berasal dari lingkungan sekitar Pasar Taman Puring. “Para pedagang akan kesulitan berjualan selama waktu yang tidak sebentar,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan, mengapa pembangunan Taman Setara harus dilakukan dengan memindahkan pedagang. “Padahal, keberadaan Pasar Taman Puring beserta para pedagangnya, selama ini bisa berjalan secara harmonis dengan Taman Puring. Seharusnya, pembangunan Taman Setara juga bisa menampung para pedagang di masa depan,” katanya.

Adsense

August pun mengingatkan Pemprov DKI agar tidak mengulang persoalan relokasi pedagang Pasar Hewan Barito, saat pembangunan Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru. Dia menjelaskan, banyak pedagang yang akhirnya kehilangan sumber penghidupan meski sudah dipindahkan ke tempat baru. “Kini, kebanyakan pedagang itu usahanya mati, setelah direlokasi ke tempat baru,” ingatnya.

Di tengah penolakan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, melalui Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menyiapkan tiga lokasi alternatif untuk menampung 550 pedagang penyintas kebakaran Pasar Taman Puring. Tiga lokasi itu adalah Lokasi Binaan (Lokbin) Bintaro, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Mampang, dan PD Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca juga : Haas Rombak Pembalap Jelang GP Brazil, Camara Debut Di Kandang

Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin mengatakan, pihaknya berupaya mencarikan tempat usaha yang sesuai dengan kebutuhan pedagang terdampak kebakaran.

“Kami akan memaksimalkan bantuan bagi pedagang penyintas kebakaran, dengan mencarikan alternatif lokasi dagang yang representatif,” ujar Djaharuddin, dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data Retribusi Online System (ROS) yang menjadi acuan rapat terakhir di tingkat kota, terdapat 550 pedagang yang sedang dicocokkan dan dikelompokkan berdasarkan domisili. Sebanyak 375 pedagang tercatat memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta, sedangkan 175 lainnya berasal dari luar Ibu Kota.

Sudin PPKUKM akan memprioritaskan pedagang ber-KTP DKI Jakarta untuk memperoleh fasilitas melalui Lokbin. Sementara pedagang dari luar Jakarta akan dikoordinasikan dengan Perumda Pasar Jaya yang memiliki mekanisme penyediaan tempat usaha melalui sistem sewa.

Djaharuddin merinci, Lokbin Bintaro memiliki kapasitas 273 los. Pasar Mampang menyediakan 93 kios dan 37 konter. Pasar Kebayoran Lama memiliki 88 kios, 51 konter, serta 142 los.

Pemilihan lokasi mempertimbangkan ketersediaan tempat usaha. Sudin PPKUKM juga berupaya mengakomodasi aspirasi pedagang yang ingin direlokasi secara berkelompok, agar hubungan antarpedagang dan komunitas usaha tetap terjaga.

Baca juga : Eisenkot: Terbukti Gagal, Netanyahu Harus Digusur

Untuk mendukung pendataan, posko pendaftaran dibuka di Kantor Kelurahan Kramat Pela selama 10 hari, mulai 29 Oktober 2026. Pedagang dapat mendaftarkan diri, sekaligus menyampaikan pilihan lokasi relokasi yang diminati.

Pedagang yang ingin memperoleh fasilitas melalui Sudin PPKUKM diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi. Antara lain, memiliki KTP DKI Jakarta, Kartu Keluarga DKI, dan rekening Bank DKI. Pedagang yang tidak memenuhi ketentuan tersebut, akan diarahkan berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya.

“Kami juga berencana menyediakan layanan pendaftaran daring untuk mempermudah pedagang mengakses informasi dan menentukan lokasi alternatif,” kata Djaharuddin.

Djaharuddin menambahkan, lahan bekas Pasar Taman Puring akan dikembalikan fungsinya sebagai taman. Dia menjelaskan, perencanaan dan pembangunan taman berada di bawah kewenangan Dinas Pertamanan dan Hutan Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, proses revitalisasi taman yang berada di sebelah kawasan tersebut sedang berlangsung. [DRS/TED]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense