RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menginformasikan, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami sejumlah kondisi kegempaan, Minggu (24/2) pagi.
Baca juga : Produksi Dalam Negeri Minim
Dalam periode pemantauan 23-24 Februari 2019, pukul 00.00-06.00 WIB, visual Anak Krakatau tertutup kabut. Gunung ini disebut mengalami 6 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa hembusan, 1 kali gempa letusan, dan gempa tremor menerus.
Baca juga : BNPB Dan BNPP Wajib Siaga Penuh
Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di Level III (Siaga). Terkait hal itu, PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah. Yaitu dari kompleks Gunung Krakatau yang dibatasi Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.
Baca juga : AirNav Alihkan 7 Jalur Penerbangan
Masyarakat atau wisatawan juga diminta untuk menyiapkan masker, guna mengantisipasi jika terjadi hujan abu. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.