RM.id Rakyat Merdeka - Makin ke sini, situasi pandemi Covid-19 di Jakarta makin mencekam. Tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) di Ibu Kota memang terbilang rendah dengan angka 2,7 persen per hari ini, Rabu (9/9). Di bawah angka nasional (4,1 persen) dan global (3,3 persen). Namun, secara absolut, jumlahnya terus bertambah dengan cepat.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan DKI pada hari ini menunjukkan, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Jakarta bertambah 1.026. Sehingga, sejak pandemi Covid terdeteksi di Jakarta pada 2 Maret 2020, totalnya menjadi 49.837. Dengan angka kematian sebanyak 1.347, atau bertambah 17 dibanding data Selasa (8/9).
Baca juga : Tiga Seri Absen, Bagnaia Nggak Sabar Ngaspal
Imbasnya, fasilitas kesehatan di DKI pun kewalahan. Hingga 6 Agustus 2020, Pemprov DKI melaporkan tingkat ketersediaan ranjang ruang ICU di 67 RS rujukan Covid, telah tersedot hingga 83 persen dari total 483. Sedangkan ranjang ruang isolasi, kini sudah terpakai 77 persen dari total 4.456.
Kondisi makin bertambah runyam, manakala angka pemakaman dengan protap Covid-19 juga meningkat. Artinya, ada semakin banyak kasus probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protap Covid-19, sebelum sempat keluar hasil positif. Dalam kasus probable, meski hasilnya belum keluar, namun gejalanya kuat mengarah ke Covid-19.
Baca juga : Tetapkan 53 Kepala Daerah, Golkar Tak Tarik Mahar Sepeser Pun
Membaca situasi dan kondisi seperti ini, Pemprov DKI pun tak tinggal diam. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergerak cepat, menarik tuas rem darurat. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) super ketat seperti di masa awal pandemi Corona, akan kembali diberlakukan mulai 14 September mendatang. Jika tidak, fasilitas kesehatan di Jakarta akan kolaps.
“Saat ini ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan ICU sudah melampaui angka batas aman. Diperkirakan, akan mencapai kapasitas maksimal di 17 September 2020. Setelah itu, fasilitas kesehatan di DKI akan kolaps," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.