BREAKING NEWS
 

Ngeri, Kalau Rem Darurat Nggak Ditarik, RS di Jakarta Kolaps

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 9 September 2020 21:23 WIB
Ilustrasi ruang rawat ICU (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Anies memprediksi, ranjang ruang isolasi hanya membutuhkan waktu 10 hari ke depan (hingga 17 September 2020) untuk mencapai tingkat keterisian penuh, dengan angka 4.053. Setelah itu, pasien Covid kemungkinan tidak tertampung. Kemudian, pada 6 Oktober 2020, jumlah pasien akan mencapai angka 4.807. Padahal, 4.807 tempat tidur isolasi baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020. Kondisi yang tak jauh beda, juga akan terjadi di ruang perawatan intensif alias ICU. 

Baca juga : Tiga Seri Absen, Bagnaia Nggak Sabar Ngaspal

"Hanya perlu 8 hari ke depan (15 September 2020) untuk mencapai tingkat keterisian penuh pada ranjang ruang isolasi, yang totalnya 528. Setelah tanggal 15 September, pasien Covid yang membutuhkan ruang ICU kemungkinan tidak tertampung. Selain itu, jumlah pasien juga diprediksi mencapai angka 636 pada 15 September 2020. Padahal, 636 tempat tidur ruang ICU baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020," jelas Anies.

Baca juga : Tetapkan 53 Kepala Daerah, Golkar Tak Tarik Mahar Sepeser Pun

"Karena itu, kita harus tarik rem darurat sekarang. Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Pemerintah jalankan 3T - testing (pengujian melalui tes PCR), tracing (pelacakan orang kontak erat dengan pasien Covid, dan treatment (perawatan/isolasi pasien positif Covid-19 sampai sembuh) -, masyarakat jalankan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kita tuntaskan bersama!" tegasnya. [BSH]

Baca juga : Jumlah Kasus Baru di Jakarta Masih Di Atas 500

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense