BREAKING NEWS
 

Direhab Di BNN

Andi Arief: I Am Not Criminal

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 6 Maret 2019 17:27 WIB
Andi Arief (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Rabu (6/3), Andi Arief menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia tiba di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur beberapa menit sebelum pukul 3 siang. Dia tampak dikawal beberapa orang. Tampak di antaranya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Rachland Nashidik dan salah seorang kuasa hukumnya, Dedi Yahya.

Andi yang mengenakan kemeja biru dan berkacamata tampak lesu. Tetapi, dia berusaha tersenyum. Dua jempol diacungkannya. Tak satu pun pertanyaan wartawan dijawab. “Nanti ya,” ucapnya, pelan.

Andi yang telah mengajukan pengunduran diri dari Partai Demokrat, keluar pukul 4 sore.  Setelah satu jam berada di dalam Gedung BNN. Kali ini, pria asal Lampung itu mau bicara. Tapi, tak banyak. “Proses tadi, saya dinyatakan bukan kriminal. Cukup, cukup. I'm not a criminal,” tegasnya.

Baca juga : Aktif Lagi Di Twitter, Andi Arief Ancam Mahfud MD

Selain itu, Andi juga sempat meminta wartawan menyampaikan pesan kepada eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. “Tolong sampaikan pada Mahfud MD, jangan asbun. Jangan asal bunyi,” pesannya.

Asal tahu saja, hari ini, Rabu (6/3), Andi mengancam Mahfud MD lewat akun Twitter-nya, @AndiArief_. “Pak prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yang sedang saya alami. Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” cuit Andi.

Adsense

Ancaman itu dilontarkan Andi, lantaran dia merasa Mahfud memojokkannya di Twitter. Di media sosial berlambang burung biru itu, Mahfud memang sempat mengomentari penangkapan Andi Arief terkait narkoba.

Baca juga : Livy : Itu Bukan Saya

“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan sembarangan Prof @mohmahfudmd,” pinta Eks Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Andi pun kembali meminta Mahfud, untuk berhenti berspekulasi soal persoalannya saat ini. “Ini tuit terakhir saya sama. Saya menjalani semua yang diproses Polri. Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tandasnya.

Untuk diketahui, Mahfud sempat membuat beberapa cuitan pada Selasa (5/3) tentang Andi Arief. Mahfud mengomentari cuitan netizen yang me-mention cuitannya pada 10 Januari 2019, mengenai himbauannya soal narkoba.

Baca juga : Penangkapan Andi Arief Tak Ganggu Aktivitas Hotel Menara Peninsula

Mahfud pun membalas cuitan yang me-mention-nya itu. “Trims atas reposting cuitan saya (10/1/19). Waktu itu, AA nyerang saya terus karena isu 7 kontainer SS (surat suara) saya bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur, saya titip pesan kepada AA dengan meminjam adresat “Anak-anak Milenial”, agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan,” kicau Mahfud.

Mahfud sendiri menanggapi santai ancaman Andi itu. “Sippp,” seloroh Mahfud sambil tertawa. “Profesor tuh hanya bisa dicabut kalau plagiat. Nah ini (saya) nggak pernah plagiat nih. Semua karyanya asli,” imbuh Mahfud usai diskusi soal netralitas ASN di Hotel Sari Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Dikawal, Andi berjalan tergesa menuju gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang letaknya berdampingan dengan Gedung BNN. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense