BREAKING NEWS
 

Jangan Spekulasi Yang Bisa Berakibat Fatal

Masih Tinggi, Belum Pas Siswa Belajar Di Sekolah

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 15 November 2020 05:13 WIB
Ilustrasi pelajar melakukan aktivitas belajar secara daring. (Foto : Antara)

 Sebelumnya 
Bekasi dan Tangsel Mau Nyoba

Kegiatan belajar tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19 juga tengah dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Persiapan tengah dibahas Dinas Pendidikan (Dissdik) Kota Bekasi.

Bahkan simulasi belajar tatap muka di sekolah telah dilakukan pada awal Agustus lalu. Namun, setelah tiga hari berjalan, simulasi sekolah tatap muka dihentikan atas masukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi berharap, simulasi belajar tatap muka dapat dilakukan kembali, mengingat tren penyebaran Covid-19 mulai menurun. “Dari bulan lalu yang kita siapkan, sudah layak Kota Bekasi lakukan simulasi. Karena kita lihat dampaknya dari proses belajar daring hanya habis pada kegiatan-kegiatan yang tidak efektif,” ujar Rahmat.

Baca juga : Pergantian Kekuasaan Malaysia Tak Mulus dalam Sekejap

Pemkot Bekasi, lanjutnya, akan menggelar simulasi sekolah tatap muka pada 20 Desember. Jika lancar, pembelajaran tatap muka efektif mulai digelar Januari 2021.

Kadisdik Kota Bekasi, Inayatullah menambahkan, rencana ini mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Meski begitu, tak ingin simulasi mendatang terkesan terburu-buru. “Prosedurnya akan tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri,” ungkap Inayatullah.

Memang, lanjutnya, banyak orang tua murid menanyakan kapan anak-anaknya dapat bersekolah secara normal. Sebab, belajar jarak jauh sudah terlalu lama. Bukan cuma murid yang tertekan, tapi orang tua juga mengeluh.

“Kita sedang rumuskan adanya simulasi pembelajaran. Rencana efektif Januari,” terangnya.

Baca juga : Sepekan PSBB, Bed Isolasi di Jakarta Tinggal 766, Bed ICU Sisa 138

Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) juga tengah melakukan persiapan menghadapi pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19. Apabila Kota Tangsel sudah berstatus zona kuning atau hijau, rencananya belajar tatap muka akan dimulai Januari 2021 dengan protokol kesehatan ketat.

Kadisdik dan Kebudayaan Tangsel, Taryono mengatakan, saat ini status wilayahnya adalah oranye, sehingga belum memungkinkan diterapkannya belajar tatap muka di sekolah.

“Kalau kita melihat SKB 4 menteri, bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa dilaksanakan, ketika wilayah dalam status zona kuning atau hijau,” papar Taryono.

2020 Belum Siap

Baca juga : Bahasa Asing Bisa Hambat Masuknya FDI, Indonesia Mesti Belajar Dari Vietnam

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, pemerintah memang harus mulai berpikir untuk membuka sekolah. Sebab, pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah daerah di Indonesia sudah berlangsung lama. “Harus segera dipikirkan lang- kah baru,” kata Retno saat diskusi daring Belajar Efektif di Masa Pandemi.

KPAI, sebut Retno, telah berkunjung ke 46 sekolah di 19 kabupaten dan kota di Indonesia. Baru empat sekolah yang dinilai telah siap dari segi protokol kesehatan.

Lainnya, belum siap. Makanya, pembukaan sekolah harus berdasar sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sekolah. Namun, sebelum dibuka, Kemendikbud harus terlebih menyiapkan kelengkapan infrastruktur protokol kesehatan di sekolah.

“Pandangan saya, 2020 rasanya belum siap. Tahun depan 2021 harus mulai berpikir buka sekolah. Siapkan dulu infrastruktur semuanya,” harapnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense