Sebelumnya
Selain itu, ada temuan varian baru yang didominasi oleh riwayat perjalanan dari luar negeri sebanyak 33 kasus. Disusul, 19 transmisi lokal berupa varian Delta di DKI Jakarta, 10 transmisi lokal varian Delta di Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Sedangkan delapan kasus sisanya masih dalam proses verifikasi apakah merupakan varian Delta dari luar negeri atau transmisi lokal.
Mengingat kondisi ini, Dwi meminta masyarakat untuk waspada dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Apalagi kasus varian Delta makin mendominasi. “Dari hasil studi, varian Delta terbukti 4 kali lebih menular,” ujarnya.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio membenarkan, varian Alpha, Beta dan Delta, memiliki sifat menular lebih cepat. Tak heran, ketika menular langsung menjadi klaster baru. Selain itu, varian baru ini memungkinkan lolos dari diagnostik, menyebabkan gejala klinis yang lebih berat dan menyebabkan kematian lebih cepat.
Baca juga : Pasien Covid Banyak Ngemper Di Halaman, Ini Penjelasan RSUD Kota Bekasi
Tak hanya tiga varian itu yang banyak menular. Kata dia, sejumlah varian lokal, salah satunya B.1.466.2, juga telah mendominasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Namun, hingga kini informasi berkaitan dengan kecepatan penularan, gejala dan penurunan efikasi antibodi varian itu belum diketahui.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah mengetahui kabar ini. Kata dia, varian Delta sudah mendominasi penularan di Indonesia, bukan hanya Jakarta. Pertama di Kudus, lalu Bangkalan dan sekarang paling banyak di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ikut mengingatkan soal varian baru Corona yang menyerang warga ibukota. Kata Anies, penularannya jauh lebih cepat dibanding varian biasa. Akibatnya, positivity rate di Jakarta di atas 30 persen padahal idealnya di bawah 5 persen.
Baca juga : Kasus Korupsi Cukai Bintan, KPK Usut Jatah Kuota Rokok
Tak hanya itu, serangan varian baru Corona membuat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit sudah di atas 90 persen. Padahal standar dari WHO, BOR itu idealnya di bawah 60 persen.
Untuk itu, eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pada libur akhir pekan. “Hari ini Sabtu di rumah saja, hari Minggu juga kita di rumah saja, kalau tidak ada keperluan mendesak, kita tidak usah berpergian. Pilihannya adalah pergi dan berisiko atau di rumah Insya Allah aman,” kata Anies.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut menyampaikan kekhawatiran dengan penyebaran Corona yang makin brutal ini. MUI lantas mengusulkan pemerintah menutup pintu masuk dan keluar di seluruh bandara dan pelabuhan Indonesia selama 14 hari demi menekan penularan.
Baca juga : Rupiah Masih Lemas Dihantam Corona
Ketua Tim Peduli Covid-19 MUI Ikhsan Abdullah mengatakan, 14 hari bukan lah waktu lama. “Ini patut dipertimbangkan agar kasus positif Covid-19 tak terus melonjak seperti sekarang,” kata Ikhsan, dalam diskusi online bertajuk Solidaritas Melawan Pandemi, kemarin.
Ikhsan berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan kasus Corona dalam sebulan terakhir. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama dalam menangani pandemi. “Bila tidak ada tindakan ini akan terus menerus meningkat lagi,” kata Ikhsan. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.