BREAKING NEWS
 

Penerapan Prokes Di Kereta Mulai Kendor

Penumpang Ngerumpi Dan Cuma Pake Masker 1 Lapis

Reporter & Editor :
APRIANTO
Selasa, 21 September 2021 07:12 WIB
Ilustrasi penumpang KRL. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
“Jumlah itu bertambah sekitar 7 persen dibanding pekan sebelumnya,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Bertambahnya volume pengguna KRL terus diantisipasi KAI Commuter. Di antaranya dengan melakukan pembatasan pengguna, baik di stasiun maupun di dalam KRL.

Berdasarkan pantauan di seluruh stasiun kemarin, petugas di lapangan dengan teliti memeriksa persyaratan naik KRL yang dibawa pengguna. Petugas meminta setiap penumpang menunjukkan sertifikat vaksin dalam bentuk digital maupun cetak.

Baca juga : Penerapan ISPO Dongkrak Kinerja Sawit Dan Bantu Jaga Ekosistem Alam

Berdasarkan catatan, hingga pukul 08.00 WIB pengguna di seluruh stasiun tercatat ada 104.514 orang atau bertambah sekitar 9 persen dibandingkan waktu yang sama pekan lalu yaitu sebanyak 95.469 orang.

Stasiun yang mencatatkan kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bogor yakni 8.329 pengguna, naik 9 persen dibanding pekan lalu waktu yang sama, Stasiun Bekasi sebanyak 5.058 pengguna, naik 3 persen, dan Stasiun Parungpanjang sebanyak 4.141 pengguna atau naik 8 persen.

Operasional dan layanan KRL tetap berjalan normal dengan 994 perjalanan per hari dimulai pukul 04.00-22.00 WIB. Sebanyak 307 perjalanan di jam sibuk pagi pukul 04.00-09.00 WIB dan 243 perjalanan di jam sibuk sore pukul 16.00-20.00 WIB.

Baca juga : Kecuali DKI Dan Banten, Semua Provinsi Di Jawa Masuk 5 Besar Penyumbang Kematian Harian

“Agar terhindar dari potensi antrean, pengguna dapat melihat informasi kepadatan di stasiun melalui aplikasi KRL Access atau menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk,” imbau Anne.

Untuk diketahui, sejak 11 September, syarat naik KRL Commuter Line berubah. Calon penumpang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksin dalam bentuk cetak maupun digital. Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-sekurangnya vaksin dosis pertama. Selain itu, menyiapkan KTP atau identitas lainnya untuk petugas mencocokkan data.

Syarat lainnya, penumpang wajib menggunakan masker ganda (masker medis dan kain) atau masker yang tidak perlu dipakai berlapis (N95, KN95, dan KF94) untuk lebih melindungi diri. Selain itu, harus selalu menjaga jarak. Penumpang juga dilarang berbicara langsung atau melalui telepon genggam saat di dalam KRL. Serta, cuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL.

Baca juga : Jangan Jumawa, Endemi Masih Jauh

Lansia usia di atas 60 tahun dibolehkan naik KRL namun hanya pukul 10.00-14.00 WIB. Sedangkan anak di bawah 5 tahun, belum diperbolehkan. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense