Sebelumnya
“Pak Haji Ade Armando? Enggak mau liat umat Islam, kaya, jaya, menang? Di negerinya sendiri,” tanya dia.
Selain kasus Hotel Moya dan Hotel Siti, Yusuf pernah terseret dalam kasus dugaan penipuan perumahan syariah fiktif Multazam Islamic Residence yang terletak di Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Namun ia telah membantah terlibat.
Baca juga : Awas! ASN Yang Cuti Dan Keluar Kota Saat Libur Nataru Diancam Sanksi BKD DKI
Bisnisnya di bidang teknologi finansial, PT PayTren Asset Management yang sebelumnya bernama PT Veritra Sentosa Internasional juga sempat dibekukan oleh Bank Indonesia berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik. Tapi kini keduanya telah resmi mengantongi izin dari BI dan OJK sebagai regulator sejak 2018.
Di dunia maya, banyak warganet yang justru manas-manasin perang antara UYM dengan Ade Armanda.
Baca juga : Ditekuk Afghanistan, Iwan Bule: Semangat Pemain Jangan Sampai Hilang
Netizen manas-manasin. Ada yang menyudutkan Yusuf Mansur, juga Ade Armando. Akun @allan9hillberd misalnya. “Tanggung jawab loe tad, jangan buka suara doang,” sindirnya. “Pantesan @Yusuf_Mansur dukung rezim bang** ini, ternyata mencari aman bisnisnya, tapi borok tetap akan terlihat, ustad sekarang sudah pada keblinger, suka nipu,” kesal akun @ZaemKribo.
Akun @Ipg1bumi2jurai malah menceramahi sang ustad. “Setau saya ustad itu bedakwah menyampaikan petunjuk Alloh yang di terima Rosullulloh agar manusia beriman kepada Alloh SWT....Bukan untuk minta sumbangan apa lagi memaksa orang untuk bersedekah dengan nya... Itu namanya minta-minta moderen,” cuitnya.
Baca juga : Atletico Mulai Panaskan Mesin
Akun @G0ld333n__49 malah senang melihat keributan Ade versus Yusuf. “Sudah sudah jangan dipisaaaaaahhhhh,” dukungnya. “Kakak-ade berantem...tar juga baek sendiri yaaaaak,” timpal @NinaYs80. “Nah loh satu kolam cakar-cakaran, gue kok demen ya,” sentil @annafis96. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.