RM.id Rakyat Merdeka - Seiring dengan banyaknya kursi wakil menteri (Wamen) yang masih kosong, isu reshuffle digosok-gosok lagi. Namun, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memastikan, musim reshuffle masih jauh.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini, Presiden Jokowi terus menambah kursi wamen. Yang terbaru, kursi Wakil Menteri Dalam Negeri. Penambahan kursi Wamendagri itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 114/2021 tentang Kementerian Dalam Negeri. Aturan itu, diteken Jokowi, 30 Desember 2021 lalu.
Namun, kursi wamen itu masih kosong. Dengan adanya tambahan kursi Wamendagri, total kursi wamen yang kosong ada 10. Mulai dari Wakil Menteri Sosial, Wakil Menteri ESDM, Wakil Menteri Investasi, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Lalu, Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Wakil Menteri Perindustrian, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Baca juga : Dubes Rosan Buka Muktamar Muslim RI Dan Malaysia Di LA
Banyaknya kursi Wamen kosong menimbulkan banyak spekulasi yang menyebutkan Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet. Lalu kapan Jokowi akan melakukan reshuffle?
Muhaimin Iskandar mengaku belum mendapatkan sinyal. “Sejauh ini belum ada tanda-tanda (reshuffle) yang saya tangkap,” ujar politisi kawakan yang akrab disapa Cak Imin ini, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
Jokowi, sebut Cak Imin, belum mengagendakan pertemuan dengan partai politik koalisi dalam rangka membahas perihal agenda reshuffle tersebut.
Baca juga : Pertamina: Tak Ada Pemotongan Gaji, Benefit Pekerja Masih Normal
Mengenai kursi Wamen, Wakil Ketua DPR RI itu mengaku tak ada yang perlu dipersoalkan. Sebab, hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.
“Iya baguslah. Wamen-wamen ini penting untuk menopang kinerja Pemerintahan Jokowi,” tegasnya.
Kendati demikian, menurutnya, pengangkatan menteri maupun wamen adalah kewenangan presiden sebagai pemegang hak prerogatif. Jokowi pasti memiliki pertimbangan yang sangat matang mengapa harus menambah wamen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.