Sebelumnya
Menurut Gibran, modal itu lumrah dalam dunia bisnis. Bahkan, perusahaannya yang satu lagi lebih besar mendapat suntikan dananya.
“Mangkokku beda lagi. Mangkokku duitnya lebih gede lagi. Nanti kaget (kalau dikasih tahu). Do kagetan kabeh (pada kagetan),” selorohnya.
Ayah Jan Ethes ini menegaskan, uang sebanyak itu tidak ngalir ke kantong pribadinya. Melainkan, digunakan untuk membuka banyak cabang di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri.
Baca juga : Fokus Bisnis Logistik, Zebra Nusantara Siap-Siap Ganti Nama
“Yang lain juga kayak gitu. Satu grup sama Kopi Kenangan. Sama, apa yang dipermasalahkan. Uangnya kan nggak masuk ke saya, kan masuk perusahaan,” terangnya.
Gibran pun mempertanyakan apa kesalahan dari suntikan dana dari Venture Capital itu. Dia menduga, isu tersebut hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Meski begitu, ia siap menghadapi setiap proses hukum yang berlaku di Indonesia.
Putra sulung Jokowi itu berpesan agar seluruh pihak tidak asal lapor. Minimal harus memiliki alat bukti. Ia siap diproses hukum jika dugaan yang dituduhkan kepadanya terbukti. “Saya sudah sering bilang, kalau terbukti bersalah detik ini dicekel (ditangkap) nggak apa-apa,” kata dia.
Baca juga : Biden: Yang Nggak Mau Divaksin, Bikin Situasi Jadi Ruwet
Sebelumnya, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang Pangarep ke KPK terkait tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.
Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut melalui bagian persuratan. Setelah itu, dilakukan verifikasi laporan dan ada juga telaah.
“Tentu tujuannya untuk memastikan apakah itu kewenangan KPK atau bukan kalau kemudian ada dugaan peristiwa pidana korupsi,” ujar Ali dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, KPK, Senin (17/1). [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.