Sebelumnya
Senada, Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Akses Keadilan Kesehatan Firdaus Ferdiansyah mengatakan, ketimpangan vaksinasi di daerah ini perlu mendapat perhatian serius. “Mereka yang belum mendapatkan vaksin sama sekali semakin rentan terinfeksi dan meningkatkan risiko kematian,” ujarnya.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sebelumnya menjelaskan, rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 di sejumlah daerah Indonesia, terutama wilayah timur, terjadi lantaran kendala teknis. “Seperti akses logistik vaksin menuju daerah masih menjadi tantangan khusus,” ujarnya, menyebut contohnya.
Baca juga : Anggota MPR Kini Sosialisasi Empat Pilar 6 Kali Setahun
Faktor lain, merajalelanya hoaks atau kabar tidak valid soal vaksin. Masih banyak masyarakat, khususnya di pelosok daerah, yang mempercayai hoaks dari media sosial itu. Ini merupakan tantangan pemerintah untuk mensukseskan program vaksinasi virus Corona di Indonesia.
Untuk program booster yang berjalan sejak 12 Januari lalu, Nadia menyebut, pemerintah masih tetap memprioritaskan kelompok lansia serta komorbid atau kondisi immunocompromised.
Baca juga : Kenaikan Yield Obligasi AS Tekan Rupiah
Program booster hanya berjalan pada daerah yang memenuhi syarat. Yakni kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70 persen, dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 persen. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.