Sebelumnya
Alqur'an adalah wahyu Allah yang disampaikan melalui malaikat Jibril dengan kalimat asli. Sedangkan Hadits adalah wahyu Allah, yang kalimatnya disusun atau diucapkan sendiri oleh Nabi (wamaa yanthiqu anil hawaa in huwa illaa wahyun yuuhaa).
"Oleh sebab itu, matan hadits itu sering berbeda, meskipun isinya sama. Kalau Qur'an tak pernah dan tak boleh ada perbedaan dari frasa aslinya," tutur Mahfud.
Baca juga : Ini Isi Instagram Puan Maharani Di HUT Ke-75 Megawati
Selain itu dari sudut hierarki syariah (stuffenbautheorie dalam ilmu hukum), kedudukan Qur'an itu di atas Hadits (seperti dikonfirmasi oleh Nabi ketika mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman).
"Mohon maaf, saya berkeyakinan bahwa yang benar di bait kedua Hymne HMI itu adalah frasa asli dari pencipta lagu dan liriknya, yakni Turut Qur'an dan Hadits. Bukan Turut Alqur'an Hadits. Selain salah dari sudut sejarah frasa Turut Alqur'an Hadits itu salah fatal dari sudut kaidah Bahasa Arab," ucap Mahfud.
Baca juga : Mahfud Tak Main-main
"Maaf, saya bukan mau sok tahu. Tapi, jangan sampai HMI ditertawai dalam urusan kaidah bahasa yang sesederhana ini. Di KAHMI dan HMI banyak ahli bahasa Arab, misalnya, Pak Najah," pungkasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.