Sebelumnya
Setelah menjelasan data-data berupa angka-angka, barulah Luhut berbicara soal pengetatan. Menurut Menko bidang Kemaritiman dan Investasi ini, Jabodetabek dan daerah aglomerasi seperti Yogyakarta, Bali, dan Bandung Raya, dinaikkan statusnya menjadi level 3. Kenaikan status ini untuk membuat pengetatan kebijakan agar Corona bisa segera dikendalikan.
“Tapi, perlu di garis bawahi, kenaikan level ini bukan karena lonjakan kasusnya yang tinggi. Catat itu. Ini karena tracing di daerah ini masih rendah,” tegasnya.
Misalnya di Bali. Kata Luhut, Pulau Dewata itu dinaikkan statusnya karena naiknya tingkat keterisian rumah sakit. Banyak pasien yang sebenarnya gejala ringan, meminta dirawat di rumah sakit. “Makanya, kami imbau, perawatan di rumah sakit itu hanya untuk yang bergejala sedang, berat dan kritis aja. Agar BOR (bed occupancy rate) kita tetap rendah,” ujarnya.
Baca juga : PPKM Di Wilayah Aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, Bandung Raya Kini Naik Level 3
Meskipun statusnya naik jadi level 3, Luhut bilang, pengetatan yang akan diterapkan tidak seperti saat puncak varian Delta. Mal, pasar tradisional, bioskop hingga rumah ibadah, masih tetap dibuka. Hanya jumlah pengunjung dan jam operasional yang dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.
Bioskop yang saat puncak varian Delta ditutup, juga masih diperbolehkan buka. Begitu juga dengan anak-anak di bawah 12 tahun yang masih dibolehkan masuk mal. Tapi syaratnya, harus sudah divaksin.
“Pokoknya masyarakat jangan panik. Beraktivitas saja seperti biasa. Fokus kami pada lansia dan yang punya komorbid agar mengurangi aktivitas di luar. Selain itu, biasa saja. Yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegas Luhut.
Baca juga : Simak Baik-baik, 6 Tips Aman Isolasi Pasien Omicron Di Rumah
Di kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap, ada 3 provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus Corona secara tajam, bahkan melebihi puncak kasus harian di gelombang Delta lalu. Ketiga provinsi itu yakni DKI Jakarta, Banten, dan Bali. Ketiganya mencatatkan ribuan kasus Covid-19 dalam sehari, bahkan DKI puluhan ribu.
“DKI Jakarta jumlah kasusnya kemarin sudah mencapai 15.800, padahal puncak tertingginya DKI sebelumnya 14.600,” kata Budi.
Meski mencatatkan kenaikan kasus yang tajam, BGS-sapaannya, menuturkan kalau angka keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit rujukan di ketiga provinsi itu, masih di kisaran 30-50 persen. Dengan persentase tersebut, kata Budi, hingga kini rumah sakit masih bisa dibilang terkendali. Angka kematian pasien pun cenderung lebih rendah dibandingkan ketika puncak pandemi gelombang Delta.
Baca juga : Aglomerasi Jabodetabek Turun Ke Level 2, Kecuali Kabupaten Bogor Dan Tangerang
“Tidak usah panik kalau melihat jumlah kasusnya naik tinggi, karena memang yang lebih penting yaitu yang masuk rumah sakit dan wafat itu jauh lebih rendah dan masih bisa terkendali,” ungkapnya.
Eks Wakil Menteri BUMN ini menekankan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi dampak fatalitas. Menurutnya, vaksinasi juga dapat meringankan dampak yang timbul akibat Corona.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.