BREAKING NEWS
 

Kepada Airlangga, Petani Minta Jokowi Sampai 2027

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 25 Februari 2022 08:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya di acara Penanaman Perdana program Peremajaan Sawit Kemitraan Strategis dengan tema Semangat Kemitraan Strategis untuk Percepatan Program Sawit Rakyat yang berlangsung di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (24/02). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian).

 Sebelumnya 
Namun, Airlangga menegas­kan, perhatian petani terhadap pemerintah tak lepas dari kebijakan yang dibuat Jokowi. Berkat kepemimpinan Jokowi, kata dia, kini pendapatan pekebun dari sawit naik 3,5 kali. “Sebagai parpol tentu kita akan dengar­kan aspirasi tersebut. Dan sekali lagi akan kami komunikasikan keberhasilan ini dirasakan oleh masyarakat dan masyarakat be­raspirasi,” papar dia.

Seperti diketahui, sejak tahun lalu, wacana jabatan presiden 3 periode memang rame dibicarakan di tingkat pusat. Namun, wacana itu masih sebatas tataran elit saja. Yang paling kencang mendukung agar Jokowi menja­bat 3 periode adalah eks Direktur Indo Barometer, M. Qodari.

Baca juga : Ketemu Airlangga, Petani Sawit Usulkan Jokowi 3 Periode

Untuk memuluskan jalan tersebut, Qadari sampai mem­bentuk relawan Jokowi-Prabowo (JokPro). Melalui relawan itu, Qadari ingin memasangkan Jokowi dengan Prabowo di Pilpres 2024. Meskipun mendapat banyak kri­tik, Relawan JokPro ini tetap saja bergerilya hingga saat ini dengan menggelar sejumlah deklarasi di berbagai daerah.

Terkait wacana jabatan 3 periode, Jokowi juga sudah berulang kali buka suara. Eks Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, tidak ada niat untuk melanggar konstitusi. Menurutnya, wacana 3 periode itu merupakan doronganorang yang ingin menjerumuskannya.

Baca juga : Kepada Penimbun Migor, Mendag Tak Kasih Ampun

Terpisah, Pengamat Politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad mengingatkan, aspirasi rakyat adalah presiden hanya boleh menjabat 2 periode. Temuan itu berdasarkan hasil sur­vei yang dikeluarkan lembaganya pada Mei 2021 lalu.

“74 persen publik mendukung agar masa jabatan presiden 2 kali, masing-masing 5 tahun, dipertahankan. Hanya 13 persen yang minta diubah. Meski tidak semua harus sepakat 2 periode, tapi yang tidak sepakat itu sangat kecil. Dan itu sah saja dalam demokrasi,” tandas Saidiman, kemarin. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense