BREAKING NEWS
 

1 Polisi Terluka

KSP Sesalkan Demo Tolak Pemekaran Papua Berakhir Ricuh

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 11 Maret 2022 15:32 WIB
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menyesalkan unjuk rasa mahasiswa Papua menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) di depan gedung Kemendagri Jakarta, yang berakhir ricuh pada hari ini, Jumat (11/3).

"Silakan menyalurkan aspirasi, karena ini adalah negara demokrasi. Tapi, segala bentuk aksi kekerasan tidak akan ditolerir dan akan berhadapan dengan proses hukum," tegas Jaleswari, di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (11/3).

Kericuhan demo mengakibatkan Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Ferikson Tampubolon terluka. Ia dipukul oleh satu pendemo hingga berdarah, sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Baca juga : Bamsoet Terima FKUB Dan Dewan Adat Terkait Masa Jabatan Gubernur Papua Barat

Jaleswari mengingatkan, jaminan kebebasan yang diberikan negara, tidak bisa serta merta diartikan memperbolehkan adanya aksi demonstrasi yang disertai kekerasan, perusakan, dan penyerangan terhadap aparat yang melakukan pengamanan.

Adsense

Menurutnya, penggunaan kekerasan terhadap aparat yang melarang pendemo melakukan aksi di ring satu Istana Negara telah menodai tujuan aksi itu sendiri.

"Apalagi saat itu bersamaan dengan waktu ibadah shalat Jum'at," cetus Jaleswari.

Baca juga : Mommynme Hadir Di Marketplace, Sediakan Perlengkapan Bayi Berkualitas

Dalam kesempatan itu, Jaleswari juga membeberkan alasan kebijakan Daerah Otonomi Baru (DOB) di provinsi Papua dan Papua Barat.

Kebijakan tersebut menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemerataan pembangunan dan pelayanan di Papua.

"Selama ini, pelayanan umum kependudukan dan lainnya hanya terpusat di Ibu Kota Papua dan Papua Barat. Dengan adanya kebijakan DOB, dapat dibangun dan disebar pusat-pusat pelayanan di ibu kota provinsi-provinsi baru. Tanpa ada kendala waktu, jarak, biaya dan kesulitan transportasi," papar Jaleswari. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense