Sebelumnya
“Mereka masih mungkin terinfeksi, tapi dengan mereka memiliki antibodi, risiko untuk terjadinya sakit parah, meninggal karena SARS-CoV-2 itu akan jauh berkurang,” jelasnya.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk tetap mengikuti vaksinasi meski data menunjukkan tingkat antibodi alami akibat terpapar Covid-19 masyarakat Indonesia sudah tinggi. Pasalnya, antibodi yang tinggi bukan berarti masyarakat terbebas dari infeksi Covid-19.
“Masyarakat harus sungguh-sungguh menyadari bahwa meskipun antibodi yang diproduksi tinggi setelah mendapatkan vaksinasi lengkap ditambah booster, kemungkinan untuk terinfeksi Covid-19 masih ada,” kata Nadia.
Baca juga : Sebelum Lebaran, Pengungsi Erupsi Semeru Ditargetkan Sudah Tinggal Di Hunian Tetap
Hanya saja, kata dia, risiko bergejala berat dan kematian akibat Covid-19 berkurang. Terutama, bagi golongan lanjut usia dan yang memiliki komorbid sangat perlu mendapat perlindungan dari vaksinasi lengkap dan booster.
“Kami imbau masyarakat untuk segera vaksinasi, baik vaksinasi primer maupun booster, untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang saat ini terjadi di beberapa negara lain, seperti Jerman, Perancis, Inggris, Kanada,” jelasnya.
Dia menyebut lonjakan kasus di beberapa negara di Eropa disebabkan oleh distribusi sub-varian Omicron BA.2 yang kini menjadi varian mayoritas di beberapa negara.
Baca juga : Erick Thohir Positif Covid-19, Tapi Kerja Jalan Terus
“Kendati sub-varian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia, lonjakan kasus di Indonesia karena sub-varian Omicron tersebut masih bisa dikendalikan hingga hari ini,” jelasnya.
Netizen mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan (prokes) meski sudah banyak warga yang terinfeksi Covid-19 dan membuat antibodi meningkat. Meskipun begitu, hal ini juga perlu disambut gembira karena potensi Indonesia untuk keluar dari pandemi semakin besar.
Akun @fhmkbr mengaku justru menjadi waswas melihat banyaknya penduduk yang pernah terpapar Covid-19. Pasalnya, hal itu membuat orang semakin tidak peduli dengan keberadaan Covid-19.
“Saya punya anak kecil jadi waswas dengan ketidakpedulian orang terhadap SARS-CoV-2,” ujarnya.
Akun @isroinbinbin mengungkapkan, sebenarnya banyak di lingkungan tempatnya tinggal yang merasakan gejala Covid-19. Hanya saja, mereka diam-diam saja dan cuma dibawa ke dokter desa. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.