BREAKING NEWS
 

Indikator Penularan Covid-19 Dipantau Terus

Insya Allah, Ibadah Ramadan Kita Bakal Semakin Khusyuk

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 31 Maret 2022 06:17 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indikator terjadinya penularan virus Corona terus dipantau oleh Satgas Penanganan Covid-19. Supaya, momen Ramadan hingga Lebaran tidak terjadi lonjakan kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penularan Covid pada periode Ramadan harus ditekan semaksimal mung­kin. Apalagi, saat ini memasuki transisi keg­iatan masyarakat yang aman dan produktif.

“Setidaknya ada tiga indikator yang harus kita tekan,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini.

Baca juga : Insya Allah, Bisa Mudik Lebaran Bareng-bareng

Wiku merinci indikator tersebut. Pertama, angka reproduksi virus (Rt) harus ditekan. Untuk diketahui, Rt adalah pengukuran epidemiologis yang menggambarkan potensi penularan virus di tengah masyarakat.

Kabar baiknya, lanjut Wiku, angka Rt menurun dibandingkan 10 Maret 2021. Per 24 Maret 2022, penurunannya terjadi di seluruh pulau besar di Indonesia. Terbesar di Nusa Tenggara, dari angka 1,14 ke 1,01.

“Mencermati ini, angka Rt senantiasa harus ditekan hingga di bawah 1 dengan tidak memberi celah penularan sekecil mungkin,” tandas Wiku.

Baca juga : Dibantai Barca, Alaba Minta Maaf Ke Fans

Kata Wiku, cara paling mudah, murah, dan efektif menekan Rt adalah dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan dan men­jaga jarak. Terutama harus dilakukan pada pulau yang menjadi asal dan tujuan mudik, seperti Jawa dan Sumatera.

“Sehingga, semakin rendah potensi penu­laran, maka semakin rendah pula angka Rt,” jelas dia.

Indikator kedua, lanjut Wiku, angka posi­tivity rate yang harus tetap rendah saat tes Covid-19 meningkat. Saat ini, angka positiv­ity rate nasional sebesar 5,20 persen diband­ingkan pekan lalu sebesar 8,81 persen.

Adsense

Baca juga : Nggak Ada Alasan Lagi Ogah Divaksin

“Angka ini sudah turun drastis dari puncak Omicron yang mencapai 17 persen,” ujar Wiku.

Sayangnya, jumlah orang yang diperiksa dari hasil tes antigen maupun Polymerase Chain Reaction (PCR) menurun. Hanya 700 ribu orang yang melakukan tes pada pekan ini. Sedangkan pada puncak Omicron bisa sampai 2 juta orang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense