Sebelumnya
“Yang masih bisa untuk divaksinasi menurut dokter, segera divaksinasikan,” tegasnya.
Kemudian yang tak kalah penting, camat juga perlu mendukung pemberian vaksinasi booster atau dosis penguat. Dengan upaya ini, masyarakat yang level antibodinya telah menurun, bisa naik kembali. Apalagi, setiap orang memiliki antibodi yang berbeda-beda.
Hal ini dibuktikan dengan hasil survei serologi yang dilakukan Kemendagri dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan melibatkan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI).
Baca juga : Biar Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Swasta Harus Banyak Dilibatkan Dalam Investasi
Hasil survei itu, salah satunya menunjukkan tingkat kekebalan tubuh masyarakat antardaerah berbeda.
Sebelumnya, Tito juga telah mengimbau agar daerah yang antibodi masyarakatnya rendah dapat segera mempercepat vaksinasi.
Dia memaparkan, kondisi pandemi yang berlangsung selama dua tahun ini mengalami penurunan. Hal ini, merupakan buah dari langkah Presiden Jokowi dalam penanganan pandemi yang tepat.
Baca juga : Pandemi Melandai, Biotis Tetap Genjot Produksi Vaksin Zifivax
“Kita belajar dari pengalaman, mencoba, gagal, mencoba, berhasil, dan seterusnya. Trial and error, trial and success,” tutur Tito.
Tapi, hal ini tak terjadi hanya karena kerja Presiden Jokowi semata. Para kepala daerah, camat, hingga kepala desa, ikut bersinergi dan berperan terhadap capaian tersebut.
Tito pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para camat yang telah melaksanakan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
Baca juga : Penuhi Permintaan Pasar, Pemerintah Harus Berdayakan Produk Dalam Negeri
Baik berupa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, kampanye prokes, vaksinasi dan lain sebagainya.
“Kita melihat, dengan data-data yang ada sekarang, kasus konfirmasi tiga ribuan empat ribuan, itu relatif aman. Ingat, bahwa negara kita adalah negara nomor 4 terbesar di dunia, 270 juta. Makin besar populasi semakin sulit pengendalian Covid,” tandasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.